Senin (26/9/2011), mereka pun mendatangi GOR Pajajaran, tempat dilangsungkannya seleksi penyegaran wasit untuk kompetisi musim depan. Mereka kemudian mempertanyakan hal itu kepada Ketua Komite Wasit PSSI Robertho Rouw.
"Harusnya pemanggilan wasit (untuk mengikuti penyegaran) ini sesuai dengan laporan dari Komite Wasit masing-masing pengprov. Kalau ini tidak," ujar perwakilan wasit, Jimmy Napitupulu, seperti dilansir detikbandung.com.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Wasit untuk kompetisi tertinggi harusnya yang punya jam terbang. Ini (yang ikut penyegaran) malah ada yang tidak punya pengalaman sama sekali di level amatir pun," ungkapnya.
Selain itu, pihaknya juga mempertanyakan umur wasit yang boleh mengikuti penyegaran. Berdasarkan peraturan organisasi (PO) PSSI, wasit yang bertugas maksimal berusia 46 tahun. Sementara tahun ini, yang diberlakukan justru wasit maksimal berusia 45 tahun.
"Ini melanggar PO PSSI bab 7 pasal 7, bahwa wasit harusnya di bawah 46 tahun, 45 tahun itu aturan FIFA," jelas Jimmy.
Dengan diberlakukannya itu, 120 wasit yang sudah berusia lebih dari 45 tahun terpaksa "pensiun". Padahal, sambung Jimmy, mereka harusnya masih bisa bertugas sebagai wasit. Sementara wasit lain yang sudah punya pengalaman memimpin di ISL dan masih berusia muda juga mengalami hal sama, yakni tidak mendapat pemanggilan.
"Kalau yang muda-muda ini jumlahnya banyak, bisa mencapai 200 sampai 300 orang," ucapnya.
Usai bertemu dengan para wasit, Ketua Komite Wasit PSSI Robertho Rouw menyatakan akan mempertimbangkan mereka yang tidak dipanggil. Namun ia menegaskan semuanya harus sesuai aturan.
"Kita akan tampung aspirasi mereka tapi tanpa harus melanggar aturan. Kita lihat nanti apa hasilnya," tegas Robertho.
(ors/krs)










































