"Di dalam kita tidak izinkan penonton membawa minuman dalam bentuk botol plastik dan beling ataupun kaleng," kata Kepala Biro Operasi Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Sujarno, Rabu (5/10/2011).
Sebagai konsekuensi, pihak kepolisian juga tidak mengizinkan sponsor untuk menjajakan minumannya di dalam stadion. Hal ini guna menghindari penonton berulah melempar botol ke penonton lain maupun ke arah lapangan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketika Indonesia menjamu Bahrain awal September lalu, sempat terjadi pelemparan botol minuman oleh penonton ke arah tim tamu, ketika mereka berhenti bermain dan mengancam mogok karena banyak mercon dinyalakan penonton tuan rumah.
Sujarno mengatakan, pelarangan ini akan direkomendasikan ke pihak PSSI dalam rapat koordinasi yang akan diselenggarakan Kamis (6/10) besok di Mapolda Metro Jaya.
Ia melanjutkan, botol minuman dapat dijadikan sebagai alat berbahaya. "Itu bisa indikasi dijadikan untuk memasukkan benda-benda berbahaya," ujar dia.
Polisi hanya mengizinkan pedagang untuk berjualan di luar stadion. Begitu juga penonton, diimbau untuk tidak membawa minuman ke dalam. "Kalau mau minum ya di luar saja," kata dia.
Insiden pelemparan petasan dan botol minuman di GBK membuat polisi mengevaluasi pengamanan. Dalam pertandingan Indonesia melawan Qatar nanti, polisi akan melakukan sterilisasi terhadap penonton.
"J-1 atau satu jam sebelum pertandingan dimulai, kita sudah stand by di dalam dan di luar, sebelum penonton masuk," kata dia.
Indonesia akan menjamu Qatar dalam lanjutan babak kualifikasi Piala Dunia 2014 zona Asia. Polda Metro Jaya menyiapkan 2.600 personel untuk mengamankan event internasional tersebut.
(a2s/rin)










































