Seperti diberitakan sebelumnya, ANTV menganggap PSSI tidak menghormati kontrak mereka yang berdurasi 10 tahun, dan masih tersisa enam season. Jika hak siar itu benar-benar dioper ke media lain, mereka berencana membawa masalah ini ke pengadilan.
Usai bertemu dengan grup MNC, Rabu (12/10/2011), CEO PT Liga Prima, Widjajanto, mengatakan kepada wartawan bahwa pihaknya sudah mengadakan hubungan dengan ANTV untuk me-review kontrak yang sudah berjalan dan yang masih berlaku.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dijelaskan Widjajanto, pihaknya dalam posisi kuat untuk membatalkan kontrak secara sepihak, karena kontrak berdurasi 10 tahun itu bisa ditinjau setiap musim. Dari hasil evaluasi, PT Liga menganggap nilai kontrak dari ANTV terlalu kecil.
"Kita perlu mencari keuntungan lebih untuk membiayai klub yang kini tidak dibiayai APBD. Kita juga perlu biaya untuk tim nasional. Jadi, wajar kalau kita mencari penawaran terbaik," ujarnya.
"Posisi legal kita kuat. Kalau Anda, apakah ingin nilai yang sama atau yang lebih bagus untuk klub-klub? Kita sebagai PSSI posisinya kuat sekali," sambungnya.
Sementara itu, mengenai kerja sama dengan MNC, Widjajanto mengatakan bahwa saat ini prosesnya tinggal finalisasi. Artinya, pertemuan hari ini belum menghasilkan kesepakatan yang resmi, karena masih menunggu ditandatangani oleh ketua umum PSSI, Johar Arifin.
Soal nilai kontrak kerja sama tersebut, Widjajanto enggan menyebutkan. Ia mengatakan, setengah dari nilai kesepakatan dengan MNC akan diserahkan pada klub, sedangkan setengahnya lagi untuk PSSI dan pengelola liga.
(a2s/din)











































