"Sosialisasi jadwal itu baru kita terima Selasa (11/10/2011) kemarin," kata Sekretaris Persisam Putra Ahmad Subhan dalam perbincangan bersama detikSport, Rabu (12/10/2011) sore WITA.
Jadwal tersebut memuat 538 nomor pertandingan yang berlangsung selama 45 minggu. Pertandingan terakhir dari Liga Prima Indonesia musim 2011/2012 berlangsung pada tanggal 15 Juli 2012.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadwalnya kacau. Apa iya, berlaga di Banda Aceh, sehari kemudian tanding di Samarinda jamu Semen Padang? Sedangkan dari Banda Aceh, mesti ke Medan untuk kemudian ke Jakarta dan ke Balikpapan (Kaltim)," ujar Subhan.
"Jadwal penerbangan di Indonesia ini bukan sesuatu yang gampang karena kondisi geografis daerahnya. Tim berkelas dunia pun akan keberatan dengan jadwal ini," lanjutnya.
"Kalau mengikuti jadwal itu, waktu istirahat Persisam cuma habis di perjalanan darat dan udara. Begitu Persisam datang ke Samarinda setelah dari Banda Aceh, sore harinya tanding lagi," keluhnya.
Keganjilan lainnya, pada tanggal 18 Desember 2011, Persisam akan berlaga di kandang Persiwa Wamena. Sementara pada tanggal 7 Maret 2012, Persiwa kembali menjadi tuan rumah menjamu Persisam.
"Nah, ini benar-benar kacau juga. Masak iya ada 2 pertandingan Persiwa menjamu Persisam di putaran pertama?"
Di kompetisi level teratas Liga Indonesia sebelumnya, umumnya jadwal disusun menjadi satu paket. Misalnya, ketika Persisam bertandang ke PSM Makassar, kemudian dilanjutkan ke tanah Papua untuk menghadapi Persipura dan Persiwa.
"Kenapa tidak satu paket seperti penyusunan jadwal musim lalu? Penyusunan jadwal seperti ini, klub keberatan," tutup Subhan.
(a2s/din)











































