"Mungkin 17 tim yang ikut IPL," ujar Sihar kepada wartawan di kantor PSSI, Senayan, Jakarta, Rabu (23/11/2011).
Saat ditanya siapa yang mundur, ia menjawab "tidak hafal". Mitra Kukar dan Persib Bandung, klub yang terakhir diberitakan pindah ke Indonesian Super League (ISL), dikatakan Sihar masih tercantum di data terakhir PSSI.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Adapun Persisam Samarinda, Persiba Balikpapan, Persela Lamongan, Deltras Sidorjo, Pelita Jaya, dan PSPS Pekanbaru dari awal menolak ikut.
"Kita sedang menunggu jadwal. Kita lihat tanggal 26 November nanti (saat kickoff). Klub yang akan tanding tanya ke PT. LPIS (Liga Prima Indonesia Sportindo)," tukasnya.
Sebelumnya, tadi malam Ketua Umum PSSI Djohar Arifin Husin menegaskan bahwa hanya ada satu kompetisi yang sah, yakni IPL. Adapun ISL, yang saat ini mengklaim sudah didukung 18 klub, dipandang tidak sesuai aturan.
"Sesuai rapat Exco pada 21 Agustus, hak kompetisi pada PT. Liga Indonesia (penyelenggara ISL sampai musim lalu) telah dicabut. Artinya PT. Liga Indonesia tidak punya wewenang laksanakan kompetisi," ujar Djohar dalam syukuran timnas U-23 di rumah pengusaha Arifin Panigoro.
"Yang sah adalah kompetisi yang dipimpin ketua umum PSSI. Di luar itu, tidak sah dan akan dilaporkan kepada AFC," tambahnya.
Di sisi lain, menurut Sihar, IPL dipastikan tetap bergulir meskipun mendapat "saingan" dari ISL.
"Dengan kualitas dan fair play, masyarakat juga menunggu itu. Pamor kita tidak akan hilang, tapi akan bertambah," imbuhnya.
"Pengalaman belum tentu yang terbaik. Yang sekarang tidak terlalu bagus juga. Artinya semua butuh proses dan waktu. Langkah awal adalah, dengan kompetisi ini kita akan lakukan dengan hal yang berbeda."
(a2s/krs)











































