Masa Depan Coach RD Belum Jelas

Masa Depan Coach RD Belum Jelas

- Sepakbola
Senin, 12 Des 2011 15:56 WIB
Masa Depan Coach RD Belum Jelas
Jakarta - Rahmad Darmawan diisukan ingin mundur dari jabatannya sebagai pelatih tim nasional Indonesia U-23. Namun, hingga kini kejelasan nasib dan masa depannya belum bisa dipastikan, termasuk sikap resmi PSSI soal itu tersebut.

Pelatih yang biasa dipanggil coach RD itu sempat mengutarakan kekecewaannya terhadap keputusan PSSI yang tidak akan memanggil pemain yang memperkuat klub ISL ke timnas. Menurut dia, pemain jangan dijadikan korban dari konflik persepakbolaan nasional saat ini. (Baca di sini).

Hari Senin (12/12/2011) ini RD berada di kediaman pengusaha Arifin Panigoro untuk melakukan rapat dengan beberapa petinggi PSSI termasuk ketua umum Djohar Arifin Husin.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebelum rapat, ia sempat mengatakan kepada wartawan, dirinya belum tahu persis agenda yang akan dibahas.

"Tapi saya rasa hal yang umum saja karena yang diundang semua pelatih timnas," tukasnya.

RD juga belum mau berkomentar banyak tentang dua isu yang sedang dialamatkan kepadanya, yaitu akan mundur dari timnas U-23, dan justru akan dipromosikan sebagai pelatih kepala timnas senior, menggantikan Wim Rijsbergen.

PSSI belum lama ini memutuskan tetap akan menggunakan Rijsbergen sebagai pelatih timnas senior, paling tidak sampai babak kualifikasi Piala Dunia 2014 selesai -- walaupun Indonesia sudah masuk kotak.

Koordinator Timnas Bob Hippy mengatakan, rapat tersebut agendanya adalah evaluasi dan program empat tahun ke depan. Selain dirinya, Djohar dan RD, yang juga hadir antara lain Widodo C. Putra dan Liestiadi. Rijsbergen absen karena sedang sakit dan berada di Belanda.

"Kita tidak dalam konteks Statuta FIFA Pasal 79 (terkait larangan pemain klub ISL main di timnas -- Red). Kita sedang melakukan pemantapan rencana-rencana empat tahun ke depan," tutur Bob saat menemui wartawan yang menunggu rapat tersebut di rumah Arifin Panigoro.

Ditanya tentang apakah akan membahas isu RD mundur, ia menjawab, "Tidak usah berandai-andai. Itu tidak ada dalam pembicaraan di dalam. Nanti kita sama-sama (bahas). Hal seperti ini tidak bisa hanya keputusan satu orang saja."

Bob juga ditanya mengenai kompetisi ISL yang berkali-kali ditegaskan Djohar ilegal, sudah mengganggu, dan diharapkan segera bubar.

"Kalau semua bisa dirangkul, kita akan rangkul sama-sama," tukas Bob yang juga anggota Komite Eksekutif PSSI dan ketu Komite Pengembangan Sepakbola Usia Muda itu.

Ia menambahkan, rapat tertutup ini kemungkinan akan dilakukan sampai besok. Saat ditanya kenapa diadakan di rumah Arifin yang tidak ada dalam struktur PSSI, ia menjawab, "Saya pilih di sini biar tidak ada gangguan. Saya tidak mau ada gangguan dari siapapun."


(a2s/roz)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads