Persib dan tujuh klub lain yang mengikuti Indonesian Super League (ISL) kemarin dihukum oleh Komdis, antara lain didiskualifikasi dari Indonesian Premier League (IPL), didegradasi ke Divisi Utama musim depan, dan mengembalikan kontribusi dari PT. LPIS sebagai pengelola IPL.
Persib merupakan klub yang hukumannya paling berat, karena plus denda Rp 1 miliar. Dalam keterangannya kemarin, Wakil Ketua Komdis Catur Agus Saptono mengatakan, "ada revenue sharing yang telah diterima Persib sebesar Rp 250 juta. Juga status pertandingan yang batal, karena mereka sudah membuka kickoff (melawan Semen Padang)."
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Iyalah, nggak (adil) dong. Kenapa cuma Persib yang didenda Rp 1 miliar," ujar Farhan.
Disinggung apakah uang Rp 250 juta yang disebutkan Komdis tersebut merupakan bagian dari Rp 1 miliar yang diberikan PT LPIS, Farhan juga mengaku tidak paham.
"Teuing atuh (tidak tahu tuh --red). Pokoknya Persib harus mengembalikan segala kontribusi dari PT LPIS. Setelah kita selidiki, ternyata kita tidak pernah menerima uang sepeser pun, apalagi sampai Rp 1 miliar. Kalau dikatakan kita sudah menerima Rp 250 juta, maaf, buktinya mana, uangnya ditransfer ke siapa, tanggal berapa? Kita butuh bukti nyata," jelasnya.
Ia sendiri mengakui PT PBB memang sempat mendapat tawaran suntikan dana Rp 1 miliar sebagai bentuk revenue sharing dari PT LPIS sebelum IPL bergulir. "Tapi kita tolak," tegasnya.
Farhan mengaku, kontribusi yang diberikan PT LPIS buat Persib hanya bola untuk latihan. "Bola akan kita kembalikan, kelihatannya mereka memang membutuhkan bola itu," sindirnya.
(ern/a2s)










































