"Diego cerdas dan memikirkan kariernya sebagai pemain profesional, kalau ia tetap bertahan kariernya bisa mandek di kompetisi yang tidak diakui FIFA, pemain-pemain lainnya yang masih di Liga Super harus bisa mengikuti jejak Diego," ujar Managing Director PSM Makassar Husain Abdullah pada detikSport.
"Pemain-pemain Liga Super tidak bisa mendapatkan sertifikat transfer pemain internasional, sehingga namanya tidak masuk bursa pemain internasional, kalau tetap bertahan seterusnya tetap di kompetisi itu-itu saja," lanjut Husain.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam keterangannya pada wartawan dua hari lalu, Diego masih menyebut kalau dia punya keinginan bermain untuk Indonesia. Hal mana membuat dia memutuskan kontrak secara sepihak dengan Pelita, dan kemudian bergabung dengan Persija Jakarta IPL
Adakah pesepakbola lain yang klubnya berlaga di ISL akan mengikuti Diego? Hal itu belum akan diketahui sampai beberapa waktu ke depan. Yang pasti, FIFA mengantur dengan tegas soal kepemilikan klub atas pemain, transfer dan segala syarat-syaratnya.
Pada Artikel 13 Regulations on the Status and Transfer of Players disebutkan kalau "Kontrak antara pemain profesional dan klub hanya bisa berakhir jika sudah habis masanya atau berdasar kesepakatan bersama". Untuk kasus Diego artikel ini tidak terpenuhi lantaran pihak Pelita masih belum melepas sang wing-back.
Dalam aturan berikutnya (Artikel 14) disebutkan kalau "Kontrak bisa berakhir oleh salah satu pihak tanpa menimbulkan konsekuensi apapun (denda atau sanksi yang terkait olahraga lainnya) jika ada alasan yang jelas".
Terhadap pelanggaran-pelanggaran aturan tersebut, FIFA mengancam sanksi tegas buat pelakunya. Sebagaimana termuat di Artikel 17, hukuman yang mungkin didapat sang pemain adalah larangan bertanding selama empat hingga enam bulan di kompetisi resmi. Sementara pihak klub akan dikenai hukuman larangan melakukan transfer pemain baik nasional maupun internasional untuk dua periode transfer.
(mna/din)










































