"Pusamania gelar rapat kemarin malam usai pertandingan Secepatnya pengurus Persisam keluar dari ISL," ketus Ketua Pusamania Tommy Ermanto Pasemah, saat memberikan keterangan pers di Sekretariat Pusamania, Kompleks GOR Segiri Samarinda, Jl Kesuma Bangsa, Sabtu (14/1) siang WITA.
Laga Persisam kontra Pelita Jaya Karawang yang dihelat Jumat (13/1 sore WITA kemarin di Stadion Segiri kemarin yang berkesudahan 1-4 bagi kemenangan tim tamu membuat Pusamania berang. Sang pengadil Agus Sukoco disertai penampilan dua hakim garis, Fahrizal dan Ari Jayanto, menuai kritik tajam dari Pusamania.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"ISL mulai memainkan lagu lama, wasitnya sudah diatur. Gol off-side masih disahkan. Yongki dilanggar, tidak ada hukuman. Kalau begini caranya, tidak usah lagi Persisam di ISL," sambung Tommy
"Kalau kita setia di ISL dengan harapan ada perubahan lebih baik. Tidak tahunya, kita ikut ISL, mafia muncul lagi, terutama soal wasit," tegas Tommy yang juga menjabat sebagai General Manager Persisam Putra.
Tommy pun juga mempertanyakan official Persisam di bench pemain yang tidak melancarkan protes keras atas keputusan wasit yang merugikan timnya itu.
"Persisam tidak protes apapun. Jangan sampai itu memperlihatkan ada indikasi pengaturan wasit."
Lantas bagaimana nasib Persisam ke depan apabila mereka akhirnya benar-benar memilih hengkang dari ISL? Untuk soal itu Tommy menyerahkan keputusan diserahkan kepada manajemen klub.
Tommy pun meminta jika ISL sudah seharusnya melakukan pembenahan dan perubahan lebih baik dibanding yang dulu-dulu, di mana isu pengaturan skor dan mafia wasit banyak beredar,
"Terserah mau IPL (Indonesia Premier League) kah, mau kemana kah. IPL itu sejauh ini, wasitnya tidak pernah bermasalah. Sekali lagi, untuk apa mati-matian ikut ISL dan berharap ada perubahan tapi dibuat seperti ini?," jelasnya.
"Jangan-jangan ISL sekarang, identik dengan yang dulu. Pengaturan wasit dan skor itu hal biasa," tutup Tommy.
(mrp/mrp)










































