Insiden terjadi ketika pemain PSMS, Novi Handriawan,dikartumerah di menit 68 karena melakukan pelanggaran kepada Sousa. Keputusan wasit itu memancing kemarahan tim tamu. Aksi saling protes dari kedua kubu pun terjadi sehingga pertandingan sempat dihentikan beberapa menit.
Sejumlah ofisial kedua tim juga ikut terlibat dalam insiden ini. Aparat keamanan pun terjun ke lapangan untuk menghalau aksi semakin berlanjut. Setelah kedua tim berunding terpisah, mereka kembali memutuskan untuk melanjutkan pertandingan di menit 78.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tertinggal 1-0 tuan rumah masih belum menunjukkan kemampuannya untuk mengembangkan permainan. Berulangkali pemain Arema kehilangan bola dan salah umpan. Pelatih Joko Susilo tampak sangat kecewa di pinggir lapangan.
Dukungan suporter yang tidak memadati Stadion Kanjuruhan juga seperti menyurutkan semangat "Singo Edan" untuk memberikan perlawanan.
Sepanjang 30 menit babak pertama PSMS banyak menguasai permainan. Kelihaian tim asuhan pelatih Raja Isa itu membangun serangan beberapa kali mengancam pertahanan Arema.
Di menit 35 tuan rumah berhasil menyamakan kedudukan melalui tendangan penalti Marcio Sousa, menyusul pelangaran Luis Alejandro Pena terhadap Arif Arianto. Dengantendangan kaki kanannya Sousa menembus gawang Markus Haris Maulana. Skor 1-1 bertahan sampai turun minum.
Di babak kedua secara perlahan Arema sedikit menaikkan tempo permainan. Bberapa kali serangan yang dibangun mampu menembus barisan belakang PSMS dijaga ketat Wawan Widiantoro dkk.
Di menit 57 Arema berhasil membalikkan keadaan dan menjadi unggul 2-1. Gol tersebut tercipta dari bunuh diri bek PSMS, Rahmad, yang melakukan kesalahan fatal saat menghalau umpan silang Radrigo Santoni kepada Sousa dari sisi kiri pertahanan timnya.
Bermain dengan sepuluh orang setelah Novi diusir di menit 68, PSMS masih terus memberikan perlawanan. Arema lebih memilih bertahan untuk mengamankan keunggulannya.
Setelah peluit panjang dibunyikan wasit, ketegangan kembali terjadi ketika Markus terlihat emosi dan berkali-kali mencoba menghampiri pemain Arema. Aparat keamanan pun mengawal ketat pemain berkepala plontos itu menuju ruang ganti untuk menghindari amuk suporter. Namun Markus menolak dan memilih bertahanan di pinggir lapangan seraya terlihat kesal.
(a2s/a2s)










































