PSSI akan Evaluasi Timnas & Kolev
Selasa, 27 Jul 2004 18:05 WIB
Jakarta - Nasib pelatih Ivan Kolev akan diputuskan setelah PSSI melakukan evaluasi atas kinerja dan prestasinya selama menukangi tim nasional Indonesia. Opini pemain juga akan diperhatikan.Kolev, yang tugas pertamanya adalah memimpin skuad Merah-Putih di Piala Tiger 2002, akan habis masa kontraknya pada bulan Agustus mendatang. Ia baru saja menuntaskan kerjanya di putaran final Piala Asia 2004 di Cina, di mana Indonesia gagal maju ke babak perempatfinal karena hanya menduduki peringkat tiga di Grup A.Mengenai kepastian apakah kontrak Kolev akan diperpanjang atau tidak, Sekjen PSSI Nugraha Besoes mengatakan hal tersebut tergantung dari evaluasi yang akan dilakukan pihaknya dalam waktu dekat. βKita tidak sekejam Arab Saudi lah, kalah dua kali pelatih langsung dipecat. Kita akan selesaikan dengan baik-baik dan kekeluargaan. Setidaknya menunggu sampai kontraknya habis,β kata Kang Nug, sapaan Nugraha Besoes, kepada wartawan di sekretariat PSSI, Senayan, Jakarta, Selasa (27/7/2004). Ditambahkan Kang Nug, dalam evaluasi tersebut juga akan diperhatikan masukan dari pemain. Alasannya, jika pemain tidak merasa sreg dengan seorang pelatih, hal ini bisa berpengaruh pada penampilannya saat bertanding.βJuga tergantung dia (Kolev). Kalau evaluasinya bagus tapi dia tidak mau, kita juga βkan tidak bisa memaksa,β tukasnya.Jika Kolev tidak diperpanjang kontraknya, PSSI, kata Kang Nug, akan secepatnya mencari pelatih baru agar program-program yang ada bisa segera dijalankan. Salah satunya adalah membentuk pelatnas Piala Tiger yang akan digelar bulan Desember tahun ini.Saat ditanya apakah Peter Withe pasti ditunjuk menggantikan Kolev, Kang Nug tidak menyebutnya demikian. Ia hanya mengatakan pelatih asal Inggris yang kini sedang menukangi timnas U-21 itu merupakan salah satu kandidat terkuatnya.Sementara itu timnas Indonesia asuhan Kolev sore ini dijadwalkan tiba di Jakarta dari Beijing. Para pemain kemudian akan dikembalikan ke klub masing-masing. Kang Nug juga menyampaikan apresiasinya kepada tim ini karena bagaimanapun telah berjuang di Piala Asia dan hasilnya tidak memalukan. Satu kekurangan yang dimiliki tim ini, nilai Kang Nug, adalah performa yang labil. βTahu-tahu bagus, terus jelek. Masih naik turun,β cetusnya.Hal lain yang dipaparkan Kang Nung adalah peluang Indonesia menjadi tuan rumah Piala Asia 2007. Seperti diketahui, Indonesia dan lima negara ASEAN lainnya, yakni Thailand, Malaysia, Vietnam, Filipina, dan Kamboja berniat menjadi penyelenggara bersama turnamen tersebut.Namun belakangan Kamboja menarik diri dan Filipina ditolak Konfederasi Sepakbola Asia (AFC) karena prestasinya jelek. Berarti tinggal empat negara tersebut. AFC baru akan memutuskan masalah ini pada 7 Agustus mendatang. (a2s/)











































