Aksi ini sudah dilakukan puluhan orang tersebut sejak hari Senin lalu. Pada intinya mereka mengklaim bahwa Ketua Umum PSSI Djohar Arifin Husin telah melanggara statuta.
"Kami minta satu, jalankanlah statuta. Kalau mau ubah harusnya kongres dulu. Kami datang bukan untuk mediasi. Ini terlambat. Berdasarkan hasil di Pullman dan Swiss Belhotel Djohar tidak diakui. Dan KPSI (Komite Penyelamat Sepakbola Indonesia) harus laksanakan KLB. Kami tak butuh bujukan atau rayuan," ujar Kanjeng Yunus salah satu demonstran, dalam aksinya hari ini, Rabu (1/2/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tidak mungkin penuhi hal-hal yang tidak perlu. Belum tentu yang disampaikan benar. PSSI sampai saat ini masih diakui FIFA, AFC, pemerintah, dan KONI," ujar Zuchli.
Sementara itu Djohar mengatakan dirinya tidak akan menggubris aksi tersebut. Ia menilai, demo itu hanya sebuah pengalihan isu.
"Mereka adalah oknum-oknum yang sengaja mengalihkan pemberitaan. Mereka tidak senang dengan prestasi kami," ujar Djohar.
"Ini seperti unsur kesengajaan. Mereka tidak menghargai pejuang-pejuang timnas kita, timnas U-17 yang baru saja menang kemarin di Hong Kong," tandasnya.
(a2s/din)











































