Keputusan mendepak McMenemy diputuskan dalam rapat manajemen klub Kamis (22/03/2012) malam kemarin, sehari setelah "Naga Mekes" kalah 0-1 di kandang sendiri dari Persidafon Dafonsoro.
"Keputusan untuk tidak lagi menggunakan Simon sebagai pelatih, berlaku hari ini. Pemain nothing to lose," kata Ketua Umum Mitra Kukar, Endri Erawan, kepada detiksport di ujung telepon, Jumat (23/03/2012) malam WITA.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Masalahnya, dari tiga laga terakhir mereka cuma memperoleh tiga poin: kalah dari Sriwijaya FC, menang atas Deltras, lalu kalah lagi dari Persidafon. Saat ini Ahmad Bustomi dkk ada di peringkat keempat.
"Memang kita mendapat 3 poin karena menang melawan Deltras FC. Tapi, kalau pun seandainya kita menang melawan Persiram, kita hanya dapat 6 poin," ujar Endri.
"Padahal, kita 'kan menginginkan 8 poin supaya bisa berada di 3 besar. Memang, selisih poin klub-klub di papan atas hanya beda tipis dan persaingan memang berlangsung sengit," tambahnya.
Sebagai pengganti McMenemy, untuk sementara Mitra Kukar akan ditangani asisten pelatih Sukardi Kardok. Pelatih kepala baru, sambung Endri, ditargetkan bisa didapatkan sebelum putaran kedua ISL dimulai.
"Sudah ada nama-nama calon pelatih kepala yang kita incar. Tapi nama-nama yang ada, belum mengerucut. Kita lihat saja nanti," terangnya.
Meski begitu, Endri menegaskan segera akan memenuhi segala kewajiban manajemen untuk mantan pelatih timnas Filipina itu, termasuk memfasilitasi keinginan McMenemy untuk pulang ke negaranya atau bertahan di Indonesia mencari klub baru.
"Semua keinginan Simon, akan difasilitasi manajemen. Surat tertulis (pemberhentian) sudah kita sampaikan pada dia," tegas Endri.
"Manajemen nanti juga akan menemuinya secara langsung. Sekali lagi, manajemen menyampaikan ucapan terima kasih kepada Simon, bersama Mitra Kukar dalam 16 laga."
(a2s/a2s)











































