Pemenuhan hak pemain menjadi salah satu poin tuntutan yang diajukan oleh Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia (APPI). Jika tak juga mendapatkan tanggapan dari klub, para pemain sudah bersiap melakukan pemogokan.
Masalah pendanaan tampaknya masih belum lepas dari klub-klub di tanah air. Baik yang berlaga di Indonesian Super League (ISL) atau pun Indonesian Premier League (IPL) tak luput dari masalah klasik itu.
Persija Jakarta, Deltras Sidoarjo, dan Sriwijaya FC adalah beberapa contoh beberapa klub dari ISL yang bermasalah dengan keuangan dan tak mampu membayar gaji pemainnya. Sedangkan dari IPL, Persibo Bojonegoro, Persema Malang, dan Persiraja Banda Aceh mengalami kesulitan serupa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk mengatasi permasalahan itu, dia bersama organisasi yang dipimpinnya sedang mengupayakan jalan terbaik untuk kedua belah pihak.
"Masih dicari solusi terbaik untuk kedua belah pihak. Saya pikir aksi pemogokan adalah cara paling terakhir untuk menyelesaikan masalah," tambah pemain yang memperkuat Sriwijaya FC itu.
Menimpali pernyataan Ponaryo, wakilnya di APPI, Bambang Pamungkas menyatakan jika aksi pemogokan itu adalah sebagai bukti jika pemain juga punya posisi yang kuat.
"Kami hanya ingin memperlihatkan kepada pengelola liga dan pihak klub bahwa pemain juga punya kekuatan," tukas Bambang.
Pihak APPI sendiri memberi batas hingga tanggal 7 Juni mendatang untuk melakukan perundingan dengan pihak-pihak yang terkait dengan pemenuhan hak pemain. Jika saja masih menemui deadlock, satu aksi nyata yang bisa berupa pemogokan siap digalang oleh asosiasi pemain profesional itu.
(mfi/rin)










































