"Kami PSSI turut berbelasungkawa atas kejadian ini. Namun saya kira ini kewenangan pihak kepolisan untuk menyelidiki kasus ini. Tentunya kami akan kaji ulang," ujar Ketua Komisi Disiplin PSSI Bernhard Limbong di kantor PSSI, Jakarta, Selasa (29/5/2012).
"Semua pihak harus saling intropeksi diri. Semoga kejadian-kejadian ini tidak terulang kembali," lanjut dia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bagamanapun ISL adalah kompetisi yang sudah diakui PSSI. Saya akan sesegera mungkin memanggil Pak Djoko Driyono untuk bersama-sama mengusut, mengoordinasi dan mencari jalan keluar supaya tidak ada kejadian seperti ini lagi."
Seusai pertandingan Persija-Persib yang berkesudahan imbang 2-2, tiga orang tewas di luar stadion karena dikeroyok. Korban pertama adalah Lazuardi, 29, warga Jl. Menteng Sukabumi, Jakarta Pusat, yang sehari-harinya bekerja sebagai tukang ojek.
Korban lain bernama Dani Maulan, 16, siswa Sekolah Menengah Kejuruan, anak seorang PNS di divisi Perbekalan TNI yang tinggal di Jatiasih, Bekasi.
Korban ketiga adalah Rangga Cipta Nugraha, 22, warga kota Bandung yang baru delapan bulan bekerja di Jakarta. Ia baru pertama kali merasakan menonton sepakbola di GBK – tapi setelah itu menamui ajalnya.
Pihak kepolisian menyatakan akan mengusut kasus ini dan mencari pelakunya. Sampai saat ini mereka masih mengumpulkan keterangan dan saksi-saksi. Sudah dua hari berlalu, belum ada yang ditangkap dari kasus pembunuhan ini.
(a2s/roz)
