Menpora Andi Mallarangeng ikut berduka atas meninggalnya satu orang suporter di Surabaya kemarin. Ia menyebut, sudah saatnya ada pengaturan suporter.
Pasca pertandingan Persebaya Surabaya versus Persija Jakarta dalam lanjutan IPL, Minggu (3/6/2012), seorang bonek tewas. Diduga dia terinjak-injak saat kerusuhan antara suporter Persebaya dengan petugas kepolisian di dalam Stadion Gelora 10 November.
Bonek nahas tersebut bernama Purwo Adi Utomo alias Tommy, warga Babadan Rukun VI. Tommy adalah korban keempat dalam beberapa pekan terakhir. Sebelumnya, terjadi aksi pengeroyokan usai laga Persija vs Persib di ISL yang menyebabkan tiga orang meninggal dunia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
saatnya kita menonton dengan aman dan nyaman," ujar Andi.
"Harapan saya, agar bisa dilakukan pembinaan terhadap supporter dan yang melakukan kekerasan, kemarin itu saja sudah jangan ada lagi."
"Kami sudah menyusun aturan yang mengatur tentang standar penyelenggaraan kegiatan dan sarana olahraga dalam pengaturan
penonton. Seperti pembeli karcis dengan nomor tempat duduk."
"Memang tidak mudah karena menyangkut kesiapan venue. Misalnya kalau memberi karcis, maka stadion harus ada nomor tempat duduk," tukasnya.
Usai kerusuhan di laga Persebaya vs Persija, polisi membekukan izin tanding Persebaya. Pembekuan izin pertandingan yang dialami Persebaya ini merupakan kali kedua. Sebelumnya, pada 8 April 2012 saat Persebaya vs PSMS Medan tidak mendapatkan izin pertandingan lantaran polisi fokus pengamanan demo kenaikan BBM.
(roz/krs)










































