Titus Bonai dilaporkan urung bermain di Thailand untuk klub BEC Tero menyusul polemik mengenai statusnya. Selidik punya selidik, PT Liga Prima Indonesia Sportindo (LPIS) selaku penyelenggara liga akhirnya menemukan orang yang bertanggung jawab atas kasus itu dan menjatuhkan hukuman.
Seperti diketahui, kepindahan Tibo ke BEC Tero Sasana tersandung masalah. Pasalnya dalam surat rekomendasi yang diserahkan ke klub Thailand tersebut, Tibo dinyatakan sebagai pemain Persebaya Surabaya, alih-alih Persipura Jayapura.
Setelah penyelidikan dilakukan, Llano Mahardika yang merupakan departemen kompetisi PT LPIS dinilai sebagai sosok yang bertanggung jawab mengubah data administrasi dalam Transfer Matching System (TMS), dengan menyebut Persebaya sebagai klub lama Tibo.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Masalah Tibo sudah clear. Setelah kami melakukan penyelidikan ternyata staf kami Llano melakukan pelanggaran. Dia terbukti bersalah telah melanggar integritas. Ia melakukan transfer pemain dengan pemalsuan," ujar CEO PT LPIS Widjajanto di Jakarta, Kamis (9/8/2012).
Atas tindakannya tersebut Llano yang juga mantan CEO Persebaya dijatuhi hukuman skorsing 3 bulan. Hukuman tersebut niscaya akan dinilai terlalu ringan oleh sebagian kalangan.
"Saya rasa cukup 3 bulan. Bukan masalah lama atau tidak. Itu sudah cukup atas perbuatan dia," tukas Widjajanto.
(/)











































