Munculnya kompetisi dan organisasi tandingan di Indonesia sudah membuat sejumlah klub melarang pemainnya membela timnas. PSSI selaku induk organisasi sepakbola Indonesia pun diminta melakukan teguran kepada klub-klub itu.
Keberadaan Indonesia Super League (ISL) yang merupakan kompetisi dari KPSI sebagai tandingan dari Indonesian Premier League (IPL) bentukan PSSI turut berimbas kepada keikutsertaan para pemain timnas.
KPSI sudah memberlakukan larangan buat para pemain ISL untuk memenuhi panggilan dari timnas dan PSSI. Pemain yang sempat memenuhi panggilan itu pun kemudian dihukum oleh klubnya. Menurut Koordinator Timnas Bob Hippy, peristiwa ini sudah mendapat sorotan tajam dari AFC selaku Federasi Sepakbola Asia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Untuk itu, besok (Selasa--red) kami akan mengirimkan surat teguran kepada seluruh klub yang melarang pemainnya membela timnas," imbuhnya.
Permintaan AFC agar PSSI memberikan teguran itu adalah karena aksi pelarangan tersebut dinilai sangat bertentangan dengan nota kesepahaman (MoU) yang sudah ditantangani oleh PSSI, pengelola ISL, dan KPSI pada bulan Juni lalu.
"Waktu MoU kompetisi IPL dan ISL sudah diputuskan dibubarkan dan pemain boleh memperkuat timnas. Kita memang berencana memutar kompetisi baru pada Januari 2013 dan itu bukan IPL," kata Bob.
Bob menambahkan, perkara pelarangan pemain memperkuat timnas yang dilakukan oleh sejumlah klub ini juga akan dibahas pada rapat berikutnya Komite Gabungan atau Joint Committee.
(krs/mrp)










































