Itulah yang terjadi di program Allianz Football Junior Camp 2012 yang digelar di markas latihan klub Bayern Munich, Jerman.
Di antara negara yang mengirim wakilnya ke ajang ini adalah Australia, China, Thailand, India, Brasil, dan beberapa negara Eropa. Indonesia juga mengirim dua wakil, yakni Moch Aula Rizky dan Ary Rezqy Hakim, yang terpilih dari proses seleksi yang dilakukan PT Asuransi Allianz Life Indonesia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Kepala Pengembangan Brand Global di Allianz, Matthias Fichtl, anak-anak telah disertai penerjemah, untuk menghindari adanya salah pengertian. Namun lebih dari itu, bagi Fichtl, sepakbola adalah bahasa universal.
Dia menuturkan ke-64 anak-anak itu memiliki latar belakang yang berbeda dan bahasa yang berbeda.Akan tetapi mereka punya satu bahasa yang sama yakni sepakbola. Hal ini menghilangkan hambatan dan menciptakan cara untuk mengatasi perbedaan budaya serta bisa mendorong persahabatan baru.
"Sepakbola sepertinya sudah menjadi bahasa universal," ujar Fichtl.
Anak-anak yang mengikuti pelatih selama tiga hari ini pun tampaknya tidak terlalu mempersoalkan kendala bahasa tersebut. Mereka tetap terlihat antusias, semangat serta riang gembira dalam mengikuti setiap sesi.
"Kalau mau jadi pemain bola profesional, harus membiasakan diri dengan banyak hal. Harus belajar banyak. Selain banyak latihan, kemampuan berbahasa juga harus ditingkatkan," tukas Ary Rezky, yang juga sudah punya agenda untuk mengikui AC Milan Junior Camp 2012.
(vta/a2s)











































