'Cintai Bola, Miliki Bolanya'

'Cintai Bola, Miliki Bolanya'

Andi Abdullah Sururi - Sepakbola
Senin, 10 Sep 2012 16:26 WIB
Cintai Bola, Miliki Bolanya
detiksport/a2s
Tangerang -

Main bola ya harus pakai bola. Jika anak-anak menggemari permainan sepakbola, maka buatlah mereka mencintai si kulit bundar. Memiliki bisa membuat cinta mereka semakin besar.

Begitu kira-kira teori sederhana yang dipegang Taufik Jursal Effendi selaku Ketua Asosiasi Sekolah Sepak Bola Indonesia (ASSBI) dalam menggagas program "Donasi 1.000.000 Bola, Dari Desa Menuju Piala Dunia".

Taufik, yang sudah lebih dari 20 tahun terlibat dalam pembinaan sepakbola usia muda, kepada detiksport berpanjang lebar mengungkapkan ide-idenya seputar program yang akan melibatkan ratusan SSB yang berada di bawah naungan organisasinya itu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Untuk anak-anak di kota, mereka mungkin lebih mampu untuk membeli bola. Tapi buat anak-anak di desa-desa, belum tentu," tuturnya.

"Jika mereka bisa punya bola, mereka pasti akan lebih bersemangat. Cinta itu dimulai dari dalam rumah. Ibarat kata, kalau anak perempuan tidur sama boneka, anak laki-laki kalau perlu tidur sama bola," seloroh pria yang selalu bersemangat dalam setiap gerak-geriknya itu.

Oleh sebab itu, sambung Taufik, pihaknya menelurkan program donasi sejuta bola. Bola yang dimaksud adalah bola ukuran 4 standar FIFA, yang memang dikhususkan bagi anak-anak usia di bawah 12 tahun.

Nantinya bola-bola itu akan didistribusikan dan disumbangkan ke berbagai daerah, termasuk SSB di desa-desa maupun kompetisi-kompetisi yunior, yang dalam beberapa tahun terakhir ini semakin marak di tanah air.

"Dengan begitu, nantinya demam bola akan benar-benar dirasakan di akar rumput dengan lingkup yang lebih luas. Semua diawali dari rumah, lalu ke lingkungan terdekatnya, kemudian meningkat lagi, meningkat lagi," tutur Taufik, yang kerap dipercaya mengurusi pembinaan sepakbola usia oleh PSSI itu.

Kemudian, dengan memfasilitasi anak-anak mengasah keterampilannya bermain bola, diharapkan pembinaan berjalan dengan lebih maksimal. Dari situ, dengan intensitas kompetisi, diharapkan terbentuk pemain-pemain muda yang mampu bersaing di tingkat internasional.

Taufik mengatakan, selama ini sebagian orang menganggap ukuran kesuksesan sebuah negara di bidang sepakbola adalah prestasi yang dicapai timnas senior.

"Paradigma ini keliru. Masyarakat kita misalnya, juga kerap bermimpi, 'kapan Indonesia tampil di Piala Dunia'. Bagaimana bisa terwujud mimpi itu kalau tahapan ke arah sana saja tak pernah direncanakan dengan dipersiapkan dengan matang," tulis Taufik di blog-nya.

Ia mengingatkan, semua negara kuat di cabang sepakbola pasti memiliki sistem pembinaan yang sangat baik dan berjenjang. Dia tidak pernah percaya bahwa sepakbola dibangun dengan instan. Semua dimulai dari awal, dari usia dini, dari anak-anak, remaja, dan seterusnya.

"Mimpi Indonesia tampil di Piala Dunia itu mungkin masih jauh. Tapi cita-cita tampil di Piala Dunia kelompok usia muda, saya lebih percaya kita bisa. Saya dan ASSBI menargetkan kita bisa kirim wakil ke Piala Dunia U-17, kalau tidak tahun 2015, ya 2017 atau 2019," tukas Taufik.

Dan melalui program "Donasi Sejuta Bola, Dari Desa Menuju Piala Dunia”, Taufik berharap cita-cita itu bisa terwujud.

"Sebagai kompensasi , kami akan mencantumkan logo perusahaan terkait pada bola-bola tersebut. Kami juga akan menyediakan tenaga pelatih maupun scouting untuk menindaklanjuti program Menuju Piala Dunia U-17 itu, bisa melalui coaching clinic atau turnamen/kompetisi yang di inisiasi oleh mitra sponsor kami," imbuhnya.

Jika Anda atau perusahaan Anda ingin berdonasi, bisa menghubungi ASSBI melalui situs resminya di sini, atau akun twitter @ssbindonesia.



(a2s/krs)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads