sepakbola
Follow detikSport Follow Linkedin
Kamis, 13 Sep 2012 02:44 WIB

Ricuh, Technical Meeting Sepak Bola PON Ditunda

- detikSport
Pekanbaru - Technical meeting untuk membahas persiapan babak enam besar cabang sepak bola Pekan Olahraga Nasional (PON) berlangsung ricuh. Alhasil, tidak ada satu pun hasil yang disepakati.

Technical meeting digelar pada Rabu (12/9/2012) malam WIB. Bukannya melakukan pembahasan terkait persiapan enam besar, beberapa tim yang datang malah terlibat perselisihan. Agenda pembahasan pun terpaksa ditunda pada Kamis (13/9/2012) ini.

"Ya, belum ada hasil. Jadi ditunda ya. Masih perlu solusi terbaik. Semoga besok bisa selesai dan ada kemajuan dalam hasil," kata Ketua Panitia Penyelenggara Sepak Bola PON Riau, Satar Taher, di Hotel Mutiara, Jalan Yos Sudarso, Pekanbaru.

Technical meeting sedianya membahas soal kepastian tim yang lolos mewakili Grup B. Jawa Barat meski memuncaki klasemen dengan poin tujuh dinyatakan tak lolos karena didiskualifikasi. Jabar diskualifikasi sesuai dengan putusan Dewan Hakim PON XVIII bernomor 03/DH-PON XVIII/2012 tertanggal 9 September 2012. Semua masalah bermula dari pengiriman dua tim sepakbola Jabar ke PON.

Diskualifikasi terhadap Jawa Barat akan membuat Jawa Timur (yang tadinya menghuni posisi tiga) lolos sebagai ruuner up Grup B. Sementara Sumatera Utara menggeser posisi Jabar sebagai juara grup.

Ketua Bidang Hukum KONI Jabar Agus Sihombing mengatakan ada tim yang tidak terima kalah kemudian protes dengan cara intervensi di rapat technical meeting. Ia menegaskan, sesuai klaseman pertandingan, Jawa Barat berhak lolos. "Kami jelas sah. Tidak ada masalah. Yang bermasalah kan hanya seorang saja yaitu Toni Apriliani," tutur Agus.

Dalam pernyataannya, Manager Tim Sepak bola Papua, Mesakh Wanebor, menyebut kalau kisruh yang terjadi dalam technical meeting tersebut akan merugikan banyak pihak. Selain menunda jadwal pertandingan sepakbola, secara umum juga bisa mengganggu jadwal PON.

"Kalau seperti ini jangan lah karena malah merugikan banyak tim. Ikuti regulasi dan sistem yang ada. Jangan mengada-ada dan harusnya berbesar hati," tuturnya.



(din/roz)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed