Andik kini tengah berada di Washington untuk menjalani trial selama sekitar dua pekan di DC United. Di klub anggota Major League Soccer (MLS) itu, Andik berlatih bersama tim senior, tapi hanya diizinkan bermain untuk tim reserve. Dalam laga tim reserve melawan Montreal Impact, Selasa (11/9/2012) lalu, Andik diberi kesempatan unjuk gigi selama 45 menit.
Dalam wawancara yang dilansir situs resmi DC United, Andik mengungkapkan kesan yang dia dapatkan di Amerika. Pesepakbola berusia 20 tahun itu memuji suasana kota Washington.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan posturnya yang mungil, Andik mengakui dirinya harus bekerja ekstra keras untuk menghadapi pemain-pemain MLS yang tinggi besar. Tapi, dia cukup percaya diri bisa mengatasinya.
"Pasti perlu kerja keras yang sangat keras sekali. Terus terang, postur saya kurang. Tapi, saya mungkin dibilang orang mempunyai kecepatan. Mungkin itu salah satu untuk beradaptasi dengan tim DC United," ujarnya.
Andik kerap kali dijuluki Lionel Messi-nya Indonesia. Meski tak terlalu nyaman dengan julukan ini, penyerang Persebaya Surabaya ini tetap menerimanya.
"Pasti beban sekali karena saya tidak merasa kayak Messi. Saya adalah Andik. Tapi, apa boleh buat, karena fans menjuluki, saya hargai," kata Andik.
Dengan waktu trial yang tidak lama di DC United, Andik berharap bisa mendapatkan pelajaran sebanyak-banyaknya untuk dibawa pulang ke Indonesia.
"Targetnya, saya selalu belajar di sini. Dari hal-hal kecil seperti pemanasan sampai hal besar seperti taktik yang diterapkan oleh pelatih. Mungkin akan selalu saya ingat buat ke Indonesia dan sharing ke teman-teman. Selalu saya pelajari untuk ke depannya lebih bagus lagi," tandasnya.
(mfi/krs)










































