Untuk kedua kalinya PSSI dan KPSI akan bertemu di markas AFC di Kuala Lumpur. Rapat kedua Joint Committee (JC) besok diharapkan bisa menghasilkan keputusan yang solusif buat persepakbolaan Indonesia.
Dibentuk oleh Task Force Konfederasi Sepakbola Asia (AFC) di awal Juni, JC tak kunjung menemukan kesepakatan sejak rapat pertama di Jakarta pada pertengahan Juli.
KPSI yang dimotori La Nyala Mattalitti kerap mempermasalahkan legalitas Djohar Arifin Husin sebagai ketua PSSI. Kelompok ini tetap memandang La Nyala sebagai "ketua PSSI versi KLB Ancol". Agenda rapat kedua pun dua kali batal tergelar karena berbagai alasan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tak kunjung bersepakat, rapat kedua JC akhirnya diputuskan kembali digelar di tempat komite itu dibentuk: Kuala Lumpur. Kedua pihak dinyatakan telah siap mengikuti pertemuan pada Kamis (20/9/2012) besok.
Dari PSSI adalah Todung Mulya Lubis (ketua JC), Saleh Mukadar, Catur Agus Saptono, dan Widjajanto. Dari KPSI adalah Togar Manahan Nero, Djoko Driyono, Hinca Panjaitan, dan Dzamal Azis.
Bagaimana prospek pertemuan tersebut?
"Semua anggota JC sudah menyatakan siap hadir. Fokus utama dalam pertemuan JC adalah membahas upaya penyatuan liga yang memang menjadi agenda utama. Karena selama penyatuan liga itu belum bisa dilakukan, maka akan sangat sulit untuk melangkah ke agenda selanjutnya," ujar Todung di Jakarta, Rabu (19/9/2012).
"Kami memang ingin mulai dengan penyatuan liga, karena memang itu kesepakatan pada pertemuan pertama pada 12 Juli di Hotel Le Meiridien. Maka dari itu, PSSI sudah menyiapkan working papers (kertas kerja) untuk penyatuan liga.
"Dalam kertas kerja ini cukup detail konsep yang disiapkan dari PSSI untuk penyatuan liga. Ini akan kami sampaikan dalam pertemuan nanti," papar pria yang juga dikenal sebagai pengacara kawakan tersebut.
Todung menambahkan, pihak KPSI juga telah menyiapkan konsep mengenai penyatuan liga. Ia berharap rapat tersebut dapat segera enelurkan kesepakatan yang positif.
"Pihak KPSI juga telah menyampaikan position paper. Tapi pihak KPSI menyampaikan position paper ini untuk semua hal. Tetapi dalam pertemuan JC nanti tidak mungkin membahas semua agenda.
"Sebagai ketua, saya akan lebih fokus pada agenda penyatuan liga. Karena ini agenda yang paling penting dan mendesak.
"Ini merupakan suatu kemenangan jika konsep penyatuan bisa tercapai. Kalau ini sudah disepakati, liga bisa jalan, apapun formatnya. Kemudian kami akan lebih enak membicarakan mengenai isi statuta PSSI dan agenda lainnya," sambung Todung.
"Kalau kita ngomong statuta PSSI duluan dan liganya berantakan seperti ini, tidak mungkin kita bisa menyelamatkan persepakbolaan Indonesia yang sedang krisis ini."
Sementara komite tersebut duduk satu meja, masyarakat sepakbola Indonesia terus menunggu.
(a2s/krs)










































