'Diego Lebih Baik Dicoret Saja dari Timnas'

'Diego Lebih Baik Dicoret Saja dari Timnas'

Mohammad Resha Pratama - Sepakbola
Senin, 12 Nov 2012 17:32 WIB
Diego Lebih Baik Dicoret Saja dari Timnas
Jakarta -

Keberadaan Diego Michiels di timnas Indonesia saat ini masih jadi pro-kontra. Koordinator Timnas Bob Hippy menyarankan pemain bermasalah seperti Diego lebih baik dicoret dari tim.

Diego sedang menjalani proses hukum terkait kasus perkelahian di sebuah klub malam beberapa hari lalu, dan bahkan sudah ditahan di penjara Polsek Tanah Abang.

Sampai saat ini belum ada keputusan final dari manajemen timnas soal status Diego di timnas. Sejauh ini hukuman pada pemain berdarah Belanda itu adalah sanksi denda sebesar Rp 500 ribu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saran saya lebih baik pemain indispliner itu tidak usah dimasukkan lagi ke dalam tim karena ini menyangkut kredibilitas timnas dan juga dapat menimbulkan kecemburuan bagi pemain lain," ujar Bob yang juga anggota Komite Eksekutif itu kepada wartawan di Jakarta, Senin (12/11).

Sebelum kasus pemukulan ini, Diego sempat juga membuat ulah saat mangkir dari pelatnas bulan September lalu, untuk membela Arema FC di ajang Piala AFC dengan status pemain pinjaman.

"Dari TC tahap kedua, saya sudah sarankan pemain yang seperti itu jangan diikutkan lagi," sambung Bob.

"Sampai sekarang kita belum dapat perkembangan terakhir dari pihak manajemen dan pelatih. Setelah mendengar kabar itu, dalam waktu dekat kita akan rapat dengan komisi disiplin terkait Diego," sambungnya.

Kritik untuk manajemen timnas dan ketua umum PSSI

Pengamat sepakbola Budiarto Shambazy juga menyesalkan manajemen timnas yang terbukti longgar dalam memberi aturan pada para pemainnya. Diego bisa menyusup keluar dari hotel timnas adalah buktinya.

"Kasus Diego ini mencerminkan manajer timnas kurang bagus. Seharusnya dari awal ada pengawasan selama 24 jam buat pemain, tapi ini kenapa bisa lolos,” ujarnya kepada detiksport.

"Soal manajer timnas yang kurang profesional, saya rasa sudah terjadi sejak penunjukan Ramadan Pohan. Menurut saya, semua ini bermuara pada kepemimpinan yang lemah dari ketua umum PSSI (Djohar Arifin). Beliau tidak bisa menunjukkan leadership yang membuat timnas merasa nyaman secara keseluruhan."

(mrp/a2s)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads