FIFA Minta Pemerintah Tegas Sikapi Kisruh Sepakbola

FIFA Minta Pemerintah Tegas Sikapi Kisruh Sepakbola

Amalia Dwi Septi - Sepakbola
Selasa, 04 Des 2012 18:20 WIB
FIFA Minta Pemerintah Tegas Sikapi Kisruh Sepakbola
Jakarta - FIFA akhirnya meminta pemerintah Indonesia untuk turun tangan dalam mengatasi kasus "dualisme" kepengurusan sepakbola Indonesia. Jika tidak, Indonesia terancam akan disanksi.

Desakan FIFA tersebut tertuang dalam surat yang ditandatangani Sekjen FIFA Jerome Vaclke yang diterima PSSI tertanggal 26 November 2012.

"FIFA menyarankan kepada pihak pemerintah Indonesia untuk segera mengambil sikap tegas dalam masalah sepakbola Indonesia. Kami pihak FIFA telah bekerja sama dengan AFC dalam menyelesaikan permasalahan sepakbola Indonesia. Namun hingga saat ini belum ada penyelesaian yang tepat. Jadi kami mengingatkan kepada pihak pemerintah agar segera mengambil sikap kepada permasalahan ini," demikian bunyi surat tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami mengingatkan kepada pihak Menpora bahwa jika permasalahan sepakbola di Indonesia sampai tanggal 10 Desember tidak mendapatkan titik terang, maka FIFA akan memberikan sanksi tegas kepada Indonesia yang akan kami rapatkan dalam rapat Exco FIFA pada tanggal 14 Desember mendatang di Jepang."

Menanggapi surat tersebut pihak PSSI akan mengambil langkah nyata dengan menggelar kongres pada 10 Desember di Palangkaraya dengan mengundang peserta kongres Solo dan Palangkaraya. Kongres tersebut agendanya pengesahan statuta, liga dan Exco.

"Ini adalah sebuah teguran kepada kami semua. Untuk itu, dalam kongres nanti kami akan mengundang semua voter untuk bagaimana menyelesaikan permasalahan sepakbola ini," ujar Sekjen Halim Mahfudz.

Halim juga meminta kepada pemerintah untuk turut serta dalam membantu proses penyelesaian konflik sepakbola ini. Namun, semua keputusan tetap berada di PSSI.

"Pemerintah atau di sini Menpora perannya hanya sebatas untuk mengambil sikap dan tindakan secara tegas, bukan intervensi. Sikap atau tindakan yang dimaksud adalah bagaimana mereka menjalankan poin-poin yang tertera dalam Sistem Keolahragaan Nasional. Ini menyangkut tentang izin-izin dan legalitas dari kompetisi yang sedang berjalan sekarang ini," terang Halim.



(ads/a2s)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads