Liga Bank Mandiri
PSIS Bungkam PSMS 3-1
Minggu, 26 Sep 2004 21:00 WIB
Semarang - Ketajaman PSIS Semarang masih tersisa. Dalam pertandingan lanjutan Liga Bank Mandiri X di Stadion Jatidiri, Semarang, Minggu (26/9/2004), mereka berhasil membungkam PSMS Medan dengan skor 3-1.Di babak pertama,permainan terasa sedikit membosankan. Para pemain dari kedua kesebelasan sering melakukan salah umpan. Bola kaki ke kaki pun banyak terbuang sia-sia. Jarang sekali ada peluang.Kebosanan mulai mencair setelah beberapa peluang yang diciptakan Roberto Kwateh dan Bambang Harsoyo dari PSIS. Sejak itu tim tuan rumah mulai menekan PSMS yang dikapteni Edu Juanda. Serangan mereka membuahkan hasil di menit 27. Indriyanto berhasil menjebol gawang M. Halim setelah menerima umpan manis Lilik Suheri dari tendangan bebas. Gol kedua PSIS lahir dari kaki Kwateh dua menit menjelang turun minum. Gol tersebut bermula dari aksi Indriyanto yang berhasil menerobos pertahanan lawan. Setelah mendekati gawang ia mengoper bola pada Kwateh yang langsung meneruskannya ke dalam jala M. Halim. Kedudukan pun berubah 2-0 untuk PSIS.Memasuki babak kedua tampaknya pelatih PSMS Sutan Harhara tak mau lagi kecolongan. Halim lantas diganti Marcus Pirihina dan barisan pertahanan dikuatkan lagi. Kebetulan pressing pemain PSIS tak segencar babak pertama. Meski demikian Kwateh dan Bambang masih sempat lolos dan membahayakan gawang Marcus. Di menit ke-67 Indriyanto berhasil memperbesar kemenangan timnya memanfaatkan umpan Lilik. Bola-bola panjang dari belakang ternyata cukup berhasil merepotkan PSMS.Kekalahan telak ini membuat PSMS bermain agak kacau. Permainan mereka terlihat makin tidak terorganisir. Melihat kondisi pemain yang mulai letih, di menit-menit terakhir ini kedua pelatih melakukan pergantian pemain.PSMS berhasil memperkecil kekalahan melalui kaki Luis Eduardo. Sayang, pahlawan PSMS ini harus diusir dari lapangan setelah mendapat kartu kuning kedua lantaran menekel Indriyanto dengan keras. Pelatih PSIS Herry Kiswanto menyatakan puas dengan hasil kerja anak-anak buahnya. Dia mengakui bahwa di babak kedua Indriyanto dkk bermain agak menurun. Hal ini karena anak asuhnya trauma. PSIS pernah bermain imbang ketika sudah mengantongi dua gol."Mereka trauma dengan kenangan dulu, 2-0 lalu bisa disusul. Wajar mereka bersikap begitu. Tapi yang penting mereka bisa bangkit," kata Herry ditemui di ruang ganti pemain.Sementara Sutan Harhara mengaku cukup kesal dengan jalannya pertandingan. Beberapa pelanggaran yang dibuat PSIS tak digubris wasit Heri Kustanto. Tapi dia juga mengakui lawannya berhasil merontokkan moral anak asuhnya dengan permainan yang agresif."Saya kira tim saya bermain baik, lebih berpola daripada PSIS. Tapi harus saya akui kami kalah. Moral anak-anak saja yang rontok," katanya. Sutan juga menyayangkan permainan agresif tim tuan rumah yang akhirnya dikotori dengan beberapa kartu. "Janganlah menang dengan cara demikian," katanya sambil mengangkat kedua tangannya pertanda pasrah.Hasil pertandingan, Minggu (26/9/2004):PSS 1 Persija 1PSIS 3 PSMS 1PKT 0 Persebaya 2Persikota 1 Persita 1Persik 1 PSM 0Persijatim 1 Persipura 0Persib 2 Semen Padang 0Persela 4 Deltras 0 (a2s/)











































