Liga Bank Mandiri
Kemenangan PSIS Dirampok Wasit
Kamis, 30 Sep 2004 17:35 WIB
Jakarta - Sebuah pertandingan yang berjalan penuh kontroversi. Ketidakakuratan wasit memimpin pertandingan membuat PSIS Semarang kehilangan kemenangannya atas Persita. Pertarungan pun berakhir seri 1-1Kemenangan PSIS yang sudah berada di tangan karena sudah unggul 1-0, secara tidak adil dirampas oleh wasit Masyur Lestaluhu yang memimpin pertandingan. Entah dengan alasan jelas apa wasit menghadiahi penalti kepada Persita. Padahal saat itu sliding yang dilakukan pemain PSIS tidak mengenai pemain Persita yang sedang berada di daerah kotak penati. Sliding tidak kena, pemain tidak jatuh, kenapa penalti ?. Penaltinya sendiri sukses dieksekusi oleh Ilham Jaya Kusuma. Persita pun bisa menyamakan kedudukan menjadi 1-1.Itulah gambaran kontroversi pertandingan Liga Bank Mandiri dimana tim Mahesa Jenar dijamu oleh tuan rumah Persita di Stadion Benteng Tangerang, Kamis (30/9/2004). Tidak sengotot permainan tim tuan rumah yang dari menit pertama menekan barisan belakang, PSIS justru mencari celah tepat untuk bisa menusuk jantung pertahanan Persita. Alhasil PSIS lebih dulu unggul 1-0. Babak pertama memang dilalui oleh tim Pendekar Cisadane dengan semangat 45. Sejak kick off, Persita dimotori oleh Dedy Mulyadi yang banyak menguasai bola terus mencoba mengoyak gawang kiper I Komang Putera. Bombardir dari duet striker Ilham Jaya Kusuma dan Zaenal Arif tidak henti-hentinya mengancam gawang PSIS.Pertahanan Semarang di awal pertandingan memang tidak terlalu ketat. Untungnya, gempuran Ilham dan Arif sering terjebak off side. Peluang baik yang datang pun tidak bisa dimanfaatkan oleh Ilham yang tepat berada di depan gawang. Terlalu terburu-buru mengeksekusi bola berhasil ditepis Komang. Bola muntahan yang masih mengancam gawang PSIS, juga tidak bisa diambil Ilham.Tidak mau terus-terusan ditekan, memasuki menit ke-15, PSIS mulai melakukan serangan balik. Kwateh, Djibril dan Indriyanto pun membangun kerjasama untuk menyerang pertahanan Persita. Sayang masih belum bisa menemus lini belakang yang dijaga oleh Fallah Johnson dkk. Hingga 20 menit pertama berakhir, Persita masih lebih banyak menguasai lapangan. Tetapi keberuntungan sendiri terus memayungi I Komang. Berkali-kali kiper asal Bali ini selalu bisa menepis bola-bola bahaya dari Ilham dan Arif.Menit ke-26 menjadi momen yang penting untuk PSIS. Tim asuhan Herry Kiswanto ini justru lebih dulu mencetak gol. Padahal secara mutlak Persita-lah yang memegang kendali pertandingan di babak pertama ini. Bola lambung Djibril disambut tendangan first time semi spekulasi dari Indriyanto yang bekas pemain primavera ini. Secara tidak terduga bola mendarat tepat di dalam gawang Persita yang kosong tidak terjaga. Kiper Ahmad Kurniawan tampak terkejut mendapati gawangnya kebobolan. Suporter PSIS yang jumlahnya tidak seberapa banyak langsung bersorak untuk keunggulan 1-0 bagi tim kesayangannya. Kedudukan ini terus bertahan sampai babak kedua dimulai. Hampir tidak ada jagoan masing-masing tim yang diganti. Di kubu PSIS Kwateh, Indriyanto dan Djibril masih dipasang, sedangkan Ilham dan Arif terus diturunkan oleh Persita. Babak kedua sendiri berlangsung ketat dibumbui permainan 'keras'. Banyak tekelan dan pelanggaran yang sepertinya disengaja oleh para pemain. Pendukung tuan rumah pun tampaknya mulai emosi, melontarkan ejekan kepada wasit dan melemparkan benda ke arah pemain.Tak hanya suporter yang berlaku tidak sportif, pemain PSIS Roberto Kwateh juga sempat berlaku tidak sesuai. Ketika saat pergantian pemain, Kwateh yang akan digantikan Ricardo keluar lapangan sambil mengacungkan jari tengah kepada penonton.Tampaknya menjadi praduga kuat jika wasit dikatakan membela tim tuan rumah. Di menit-menit terakhir, wasit sama sekali tidak mengeluarkan keputusan yang seharusnya sudah dilakukan saat Fallah Johnson sebagai orang terakhir (the last man) di pertahanan melakukan pelanggaran keras terhadap Indriyanto.Wasit hanya menghadiahkan tendangan bebas kepada PSIS, sangat bertolak belakang pada aturan dimana situasi itu terjadi, wasit seharusnya mengeluarkan kartu merah bagi the last man.Pertandingan kontroversi ini pun selesai dengan hasil seri 1-1. Sebuah pertarungan yang sangat bermakna, dimana kita bisa melihat tampilan persepakbolaan Indonesia yang masih dipimpin wasit yang tidak kompeten. (erk/)











































