sepakbola

Saatnya Pemerintah Dengarkan Suara Pemain dan Suporter

Terpopuler Jadwal Pertandingan Klasemen Liga Hasil Pertandingan Man of The Match Gila Bola Foto Video

Saatnya Pemerintah Dengarkan Suara Pemain dan Suporter


Rossi Finza Noor - detikSepakbola

Jakarta - Pemerintah melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga telah mempertemukan PSSI dan KPSI. Selanjutnya mereka diminta juga mendengarkan aspirasi pemain dan suporter.

Roy Suryo sejak ditunjuk presiden menjadi menpora telah beberapa kali bertemu dengan dua kubu yang bertikai dalam mengurusi sepakbola, termasuk yang disebut-sebut sebagai "tokoh di balik layar", yaitu Arifin Panigoro dan Nirwan Bakrie.

Dalam pertemuan terakhir mereka di kantor kemenpora tadi malam (18/2/2013), diputuskan bahwa harus digelar kongres pada 17 Maret di Jakarta. Peserta kongres adalah voter Solo yang akan diverifikasi lagi oleh sebuah tim yang dipimpin Ketua KOI, Rita Subowo.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sejumlah suporter merasa pesimistis kongres menjadi solusi, karena proses seperti itu sudah terjadi berkali-kali.Sementara, ada dua pihak lain yang telah menjadi korban dari konflik berkepanjangan ini: pemain dan suporter.

"Mungkin ini bukan bidang teknisnya Roy Suryo, tapi itu menjadikannya mungkin agak netral, karena belum terkontaminasi. Cuma, mestinya beliau juga harus tahu bahwa sepakbola tidak hanya diurus para elite, tapi juga ada pemain dan suporter. Ini yang perlu juga dia akomodir," tutur Anwar Sanusi, Sekjen Pasoepati, dalam perbincangan dengan detiksport, Selasa (19/2/2013).

"Pemerintah harus dengarkan suara dari bawah. Pemain dan suporter itu korban. Kalau diberi peluang untuk bicara, kami bisa bicara dengan hati nurani. Tapi kalau yang dikumpulkan cuma pengurus-pengurus itu, ya mereka akan bolak-balik saja.

"Suporter tahu segala-galanya. Yang kami tidak tahu itu adalah jalan pikiran mereka (kaum elite). Kalau kelakuan mereka di lapangan, kami sudah tahu," cetusnya.

Demikian halnya disampaikan Andie Peci, ketua Bonek anti rasis dan anarki (Bonarki). Menurutnya, ini adalah saat yang krusial buat pemain untuk memperjuangkan keberadaan mereka yang ikut terkena imbas langsung dari kekisruhan di level atas.

"Kami berharap pemain kritis karena mereka tahu riil-nya seperti apa. Mereka dalam situasi yang rumit, seharusnya lebih obyektif melihat kondisi. Sikap terakhir Bepe (Bambang Pamungkas) saya pikir sudah cukup bagus dalam perspektif pemain. Apalagi mereka sudah punya alat-alat advokasi dan organisasi (APPI), manfaatkanlah sebaik mungkin, mulai dari kecil, untuk bargaining.

"Para elite itu sudah dikritik, sudah diberitahu, tapi masih saja kayak begitu. Pemain harus memberi tekanan-tekanan karena mereka paling potensial. Suporter bisa juga, tapi posisi tawarnya relatif tidak ada. Yang bisa kami lakukan dari Bonek adalah selalu melakukan kontrol dan perlawanan. Hakikatnya kami ini di tribun, tapi kami dipaksa ikut terlibat di dalam konflik yang sebenarnya bukan wilayah kami. Tidak ada pilihan lain karena situasinya sudah seperti ini," papar Andie.

Demikian pula dalam kacamata Sekretaris Slemania, Daru Supriyono. Lebih tegas lagi ia berharap langkah Bepe bisa diikuti para koleganya untuk lebih menjadikan pemain sebagai sebuah kekuatan dalam ranah sepakbola.

"Apa yang dilakukan Bepe sudah bagus. Tapi kalau tidak di-support oleh pemain-pemain sendiri, itu tidak ada efek kongkret. Cobalah melakukannya secara berjamaah. Impact-nya baru signifikan. Para pemain harus terintegrasi juga," tukasnya.

"Suporter? Kita ini adalah di manual liga, tapi tidak pernah ada representasi nyata di dalam struktur klub. Lalu bagaimana aspirasi kami tersalurkan? Itu nonsen. Ketika kita tidak dapat membuat pembelaan, kita jadi obyek terus, dikapitalisasi terus, harus bayar ini-itu, beli tiket dan lain-lain, tapi tidak ada kontraprestasinya. Sepakbola Indonesia itu irasional."

Daru pun berharap Menpora Roy Suryo juga mau mendengarkan pula aspirasi di bawah. Suporter, katanya, tidak pernah minta apa-apa kecuali cuma ingin melihat sepakbola sebagai hiburan yang menyenangkan dan sehat.


(a2s/roz)











Hide Ads