FIFPro Tanggapi Masalah Pemain yang Diadukan APPI

FIFPro Tanggapi Masalah Pemain yang Diadukan APPI

Rossi Finza Noor - Sepakbola
Rabu, 20 Feb 2013 18:21 WIB
FIFPro Tanggapi Masalah Pemain yang Diadukan APPI
(dok. APPI)
Kuala Lumpur -

APPI telah mengadakan pertemuan dengan FIFPro Asia dan AFC di Kuala Lumpur, Malaysia, 18-19 Februari 2013. Dari pertemuan tersebut, APPI mengeluarkan lima poin terkait masalah pemain di sepakbola nasional.

Dalam lima poin tersebut, dibahas beberapa persoalan, salah satunya adalah tentang istri almarhum Diego Mendieta yang berharap kejadian yang meminta suaminya tidak terulang lagi. FIFPro pun menanggapinya dengan mengatakan akan memberikan bantuan.

Hal lain yang juga tidak lupa dibahas adalah menyoal penunggakan gaji para pemain nasional. FIFPro pun menyebut, jika tunggakan tersebut tidak dilunasi, maka FIFPro merekomendasikan agar Indonesia diskors.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada poin lainnya, FIFPro juga berencana untuk melakukan kampanye global untuk mendukung pesepakbola di Indonesia. Selain bertemu dengan FIFPro Asia, APPI juga bertemu dengan perwakilan AFC. Dari pertemuan tersebut, AFC menyatakan bahwa mereka telah memutuskan untuk tidak lagi ikut campur dalam konflik dualisme di Indonesia.

Berikut adalah lima poin yang disampaikan oleh APPI dalam rilis yang diterima oleh detikSport.

1. Valerina, istri dari almarhum Diego Mendieta, mengirim surat kepada FIFPro tentang kejadian yang menimpa suaminya dan meminta keadilan bagi suaminya dan agar tidak terulang lagi bagi pesepakbola lainnya khususnya di Indonesia. Terhadap permintaan ini, FIFPro berkomitmen untuk dapat memberikan pertolongan di mana bentuk bantuannya akan ditentukan setelah berkoresponden lebih lanjut dengan Valerina.

2. APPI melaporkan segala usaha serta perkembangan yang ada saat ini terhadap tunggakan gaji pesepakbola kepada Board of FIFPro Asia dan responnya tetap sama dengan yang telah disebutkan rilis sebelumnya, bahwa jika sebelum adanya keputusan FIFA tunggakan tidak dilunasi, maka FIFPro merekomendasikan banned untuk Indonesia tanpa menghilangkan kewajiban klub untuk melunasi tunggakannya.

3. Masih terhadap masalah tunggakan gaji, di mana APPI sudah berusaha menemui 14 stakeholders, dan hasilnya belum maksimal, maka FIFPro berencana akan melakukan kampanye asosiasi pesepakbola secara global untuk mendukung pesepakbola di Indonesia.

4. APPI juga bertemu dengan perwakilan AFC dalam salah satu sesi meeting dan menyampaikan tentang tunggakan gaji, serta menanyakan juga langkah apa yang saat ini AFC akan lakukan dengan kondisi terkini di Indonesia. AFC mengatakan bahwa komite eksekutif mereka telah memutuskan untuk tidak (lagi) terlibat dalam penyelesaian dualisme di mana MoU telah diputus oleh salah satu pihak dan karenanya menyerahkan sepenuhnya permasalahan kepada pihak yang bertikai untuk mencoba menyelesaikan sampai batas waktu yang ditentukan oleh FIFA.

5. APPI juga menanyakan bagaimana rencana kongres yang rencananya akan diselenggarakan pada tanggal 17 Maret 2013 kepada perwakilan AFC yang hadir. Jawaban perwakilan AFC adalah menjadi hak para pihak di Indonesia untuk menyelenggarakan kongres. Namun, melihat yang terjadi selama ini, kelihatannya sulit untuk mendapat kesepakatan di dalam kongres tersebut.

(roz/a2s)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads