Liga Bank Mandiri
Panas, Persikota Hajar Persija
Sabtu, 02 Okt 2004 18:43 WIB
Jakarta - Persikota Tangerang berhasil memperpanjang rekor tak terkalahkannya atas Persija Jakarta setelah dalam lanjutan Liga Bank Mandiri, Sabtu (2/10/2004), menang dengan skor 3-2. Bertanding di hadapan sekitar 100.000 penonton yang memadati Stadion Lebak Bulus, kedua tim menampilkan pertandingan bertempo lambat. Persija, yang berlaku sebagai tuan rumah, tampil di bawah form. Karena kurangnya sokongan dari lini tengah, lini depan yang menghadirkan duet Bambang Pamungkas dan Nova Zainal kurang mumpuni mendobrak pertahanan Persikota. Sebaliknya, meski tampil di bawah tekanan penonton tuan rumah, Persikota tampil percaya diri. Meski secara persentase penguasaan bola masih kalah dengan Persija, beberapa kali Aliyudin berhasil menembus pertahanan skuad asuhan Sergei Dubrovin dan membahayakan gawang Mukti Ali Raja. Menit ke-43, Aliyudin membuka keunggulan Persikota. Memanfaatkan umpan Epala Jordan dari sayap kiri pertahanan Persija, pemain bernomor punggung 15 ini menaklukkan Mukti lewat sebuah sundulan akurat. Di babak kedua, pelatih Dubrovin memasukkan Emmanuel Deporras untuk menambah daya dobrak Persija. Langkah ini terbukti efektif karena Persija berhasil menekan pertahanan Persikota. Sayang, karena terlalu bersemangat, tak jarang anak-anak Persija bermain kasar. Akibatnya wasit Jaka Mulyono beberapa kali harus meniiup peluit tanda pertandingan berhenti sejenak. Ketika Persija gencar menggempur pertahanan Persikota, skuad Syafrudin Fabanyo malah menggandakan keunggulannya.di menit ke-61. Aliyudin kembali membobol gawang Persija. Striker timnas Indonesia itu kembali memanfaatkan kelemahan lini belakang "Macan Kemayoran" dan menaklukkan Mukti untuk kedua kalinya. Usai gol kedua Persikota, permainan semakin menjurus kasar. Deporras, yang sudah menerima kartu kuning beberapa menit setelah memasuki lapangan pertandingan, menerima kartu kuning kedua karena mengasari pemain lawan. Selama beberapa menit permainan kasar dan "hujan" botol dan benda-benda lain yang dilempar para penonton sempat membuat pertandingan memanas. Namun keadaan ini justru berhasil dimanfaatkan Persikota untuk menambah gol. Menit ke-68, Supriyono lolos dari jebakan offside dan dengan mudah menjebol gawang Persija. Di tengah kondisi yang memanas, Persija akhirnya berhasil menuai gol lewat kaki Bambang menit ke-72. Gol ini tak luput dari protes pemain Persikota yang menganggap telah terjadi handsball sebelum sontekan Bambang menggetarkan gawang Jendry Pitoy. Namun demikian wasit Jaka tetap keukeuh dengan keputusannya. Empat menit memasuki injury time, Persija memperkecil kedudukan lewat penalti Bambang. Meski sempat diprotes (kembali) oleh para pemain Persikota, namun skor tetap berubah menjadi 3-2. Hingga peluit akhir dibunyikan wasit, skor tetap tak berubah. Dengan kemenangannya, Persikota berhasil menggenapi rekor tak terkalahkan atas Persija musim kompetisi ini. Pasalnya pada pertemuan pertama di kandang Persikota, Persija juga takluk 1-0. Selain itu, Persikota juga membuka peluang untuk menghindar dari zona degradasi. Dalam 28 laga, Persikota sudah mengoleksi nilai 36. Sementara Persija kini masih berkutat dengan nilai 49. (mel/)











































