Nil Maizar, yang punya kontrak sampai 2014, dinyatakan dipecat dalam rapat Exco yang dihadiri enam orang, termasuk Djohar dan La Nyalla, Rabu (27/2/2013) siang di Jakarta.
Hal itu dikarenakan Badan Tim Nasional (BTN), yang telah disetujui oleh Djohar-La Nyalla, telah memutuskan menjadikan orang Argentina bernama Luis Manuel Blanco, sebagai pelatih kepala baru skuat "Garuda".
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau memang keputusannya seperti itu. Demi Merah Putih dan timnas Indonesia, saya siap tidak menjadi pelatih lagi. Tapi saya minta dimanusiawikan," ujar Nil, Rabu (27/2/2013).
"Karena saya yang ditunjuk oleh PSSI untuk menjadi pelatih timnas, bukan saya yang minta. Saya cuma minta PSSI menghormati kontrak saya," sambungnya.
Nil mengatakan, dirinya terakhir mendapatkan SK dari PSSI untuk menangani timnas Indonesia menghadapi kualifikasi Piala Asia 2015 pada Januari lalu. Jika memang dirinya dipecat, mantan pelatih Semen Padang itu meminta SK tersebut dicabut.
"Terakhir, PSSI mengeluarkan SK pada Januari, bahwa saya diminta untuk melatih untuk kualifikasi Piala Asia 2015. Ya kalau saya digantikan, saya minta SK itu dicabut dulu.
"Di dalam SK tersebut semua ada peraturannya. Jika memang saya diberhentikan, harusnya ada pemberitahuan seminggu sebelum pemecatan. Keluarkan SK pemecatan dahulu baru menunjuk orang lain.
"Soal gaji dan kontrak saya minta penjelasan dulu. Saya tidak mau berkomentar banyak. Saya tidak masalah jika memang ini terbaik, tapi saya minta diperlakukan dengan baik," tuturnya.
(ads/a2s)










































