Demikian diungkankan Roy saat ditanya wartawan soal persiapan KLB yang akan digelar Minggu (17/3/2013) akhir pekan ini di Jakarta. Kongres tersebut digelar untuk memenuhi ketentuan FIFA terkait upaya penyatuan sepakbola di Indonesia.
PSSI tiga tahun terakhir sudah beberapa kali PSSI menggelar kongres sebagai upaya untuk menyelesaikan permasalahan sepakbola nasional. Tapi, beberapa dari kongres itu tak menghasilkan keputusan dan justru memunculkan masalah-masalah baru.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Insya Allah untuk KLB kita persiapkan dengan baik. Dan bahkan, saya akan menggunakan nuansa kedaerahan. Nuansa Betawi, nuansa Jakarta," ungkap Roy saat ditemui di Bandung, Selasa (12/3/3013) kemarin.
"Moga-moga tidak banyak agenda tambahan, karena memang agenda dari FIFA itu hanya empat yaitu hanya revisi statuta dan reunifikasi liga. Bahkan, dua agenda sebelumnya yaitu kembalinya empat anggota komite eksekutif dan verifikasi, itu sudah dilakukan," lanjut dia.
Terkait verifikasi terhadap peserta kongres, Roy tak menyangkal kalau perjalanannya tidak mulus. Masalah yang muncul di antaranya adalah soal 100 undangan voter kongres padahal verifikasi belum tuntas dilakukan.
Selain itu beredar pula surat Badan Arbitase Olahraga Indonesia (BAORI) yang dikeluarkan Sekretaris BAORI, Dr. Sudirman SH, menyatakan bahwa Penerbitan Surat Keputusan PSSI tentang pembekuan Kepengurusan dan Pembentukan 11 caretaker Pengprov dinyatakan batal. Dalam fatwa tersebut juga disebutkan bahwa yang berhak menghadiri KLB adalah 11 Pengprov lama.
"Memang harus diakui tidak ada yang mulus. Semuanya tidak ada yang mulus, tapi saya percaya tidak ada permasalahan yang tidak bisa diselesaikan. Dan kalau kita punya niat yang sama meskipun tidak semudah membalik tangan, semua Insya Allah bisa," sahut Roy.
(cas/din)











































