Persisam yang menurunkan tiga penyerang sekaligus langsung mendobrak pertahanan tim tamu sedari awal laga. Lancine Kone sudah menebar ancaman saat laga berjalan empat menit, ketika tendangan kerasnya mampu ditepis kiper Persiwa Dwi Kuswanto.
Persiwa balik menyerang namun dipatahkan barisan belakang tim tuan rumah yang dikawal M Roby. Tak lama kemudian, Kone kembali menebar ancaman di menit 18, aksinua membuat kiper Dwi Kuswanto jatuh bangun menyelamatkan gawangnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelum turun minum, tuan rumah punya setidaknya tiga peluang menyamakan kedudukan. Namun kesempatan yang dipunya Ferdinan Sinaga di menit 40 serta dua lainnya di periode injury time tidak membuahkan hasil yang diinginkan.
Memasuki babak kedua, Persisam kembali mendapat peluang melalui Ferdinan di menit 47 usai menerima umpan Lancine Kone dari sektor kanan gawang Persiwa. Namun tendangan Ferdinan melayang terlalu tinggi di atas mistar gawang.
Meski tertekan, Persiwa berhasil memperlebar keunggulannya. Serangan balik cepat dibangun dari lini tengah bikin barisan belakang Persisam keteteran. Tendangan keras Camara Sekou di menit 62 gagal diantisipasi kiper Fauzi Toldo. Persisam 0-2 Persiwa.
Dua peluang Persiwa di menit 68 dan menit 69 nyaris menambah keunggulan tim asal Papua itu. Persisam yang terus berupaya memperkecil ketertinggalan melalui 2 peluang di menit 73 dan menit 78.
Di menit 86 wasit Iwan Sukoco yang memimpin jalannya laga sempat menghentikan jalannya pertandingan menyusul insiden ricuh antarpemain di lapangan hijau yang berujung kartu merah untuk Ferdinand Sinaga. Hingga akhirnya pertandingan tuntas, Persisam harus puas dengan skor akhir 0-2.
Persiwa Menang Beruntung
Dalam pernyataannya usai pertandingan, pelatih Persiwa Subangkit mengungkapkan kalau timnya menang beruntung. Apalagi Persisam tampil mendominasi sejak menit awal pertandingan.
"Dari awal saya sudah mengingatkan laga di Samarinda adalah laga berat karena fisik Persisam sangat bagus. Kita beruntung, Alhamdulillah bisa menang. Saya sudah beberapa kali lihat Persisam itu memiliki pressure tinggi. Saya tekankan ke pemain kalau tidak bermain disiplin, bisa jadi bulan-bulanan gol," ujar Subangkit.
"Menghadapi tekanan Persisam, kita memang mengandalkan counter-counter attack. Yang jelas dengan hasil ini kita beruntung di sini," tambahnya.
Dari kubu Persisam, pelatih Sartono Anwar tak lantas kecewa dengan kekalahan yang didapat. Dia tetap memuji penampilan anak asuhnya, dan menyebut kalau kekalahan yang kegagalan dapat poin adalah tanggung jawabnya.
"Saya tidak mau pemain saya disalahkan. Saya yang tanggungjawab, jangan salahkan pemain. Kekalahan, kegagalan, bukan karena pemain. Tapi pelatihnya," kata Sartono.
"Kita banyak peluang, sayang sekali penyelesaian tidak tenang sehingga tidak ada satupun gol balasan. Tapi inilah sepakbola, meski mendominasi ibarat kita 70 persen memegang ball possesion belum jaminan kita bisa menang," terangnya.
"Tapi melihat penampilan anak-anak di lapangan yang dominan menyerang, saya sempat mengkhawatirkan bahaya keasikan menyerang, bisa kecolongan. Kekhawatiran saya akhirnya terjadi,"
Sartono juga memuji penampilan Persiwa yang menurutnya cerdik memanfaatkan kelengahan pemainnya, terutama di barisan pertahanan yang harus mendapat serangan balik yang cepat.
"Persiwa bagus, bermain bagus. Mereka cerdik memanfaatkan peluang. Tapi inilah bagi tim saya, membentuk tim bermental juara itu memang membutuhkan waktu yang tidak sebentar," tutupnya.
(din/mrp)











































