Luis Manuel Blanco mengadakan pertemuan dengan Menteri Pemuda dan Olahraga Roy Suryo. Pria asal Argentina itu meminta penjelasan soal nasibnya sebagai pelatih timnas Indonesia.
Status Blanco sebagai pelatih timnas menjadi simpang siur setelah dia tak lagi memimpin sesi latihan mulai Senin (18/3/2013). Posisinya diambil alih oleh Rahmad Darmawan.
Tapi, Blanco juga tidak diberhentikan. Dia disebut akan kembali memimpin timnas usai laga Kualifikasi Piala Asia 2015 kontra Arab Saudi, Sabtu (23/3/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi, Menpora mengundang Luis dan BTN dan saya. Pas Isran (Ketua BTN Isran Noor-red) tidak datang jadi saya wakili. Hanya menjelaskan kronologis peristiwa yang dialami Luis Manuel Blanco," ungkap Habil kepada wartawan.
"Kita jelaskan mengenai mekanisme pergantian pelatih dan persyaratan-persyaratan pendaftaran di AFC, terus history kedatangan Blanco, sampai dengan tidak terdaftarnya nama dia. Itu semua tadi Luis menceritakan kejadian-kejadian tersebut," tambahnya.
"Tentu kita memberikan testimoni yang pas, terukur, jujur, tidak dikurangi, tidak ditambah, apa adanya," jelas Habil.
"Saya sebagai manajer timnas juga harus menunjukkan iktikad baik saya kepada sosok yang benar. Saya tidak mungkin berada pada sesuatu yang salah," tegasnya.
"Oleh karena itu, saya akan mencoba menenangkan Blanco agar dia tidak melakukan hal-hal yang merugikan PSSI. Tentu kita akan diplomasi, bicarakan, agar dia masih jadi pelatih timnas. Kabarnya setelah lawan Arab Saudi dia akan kembali melatih. Kita lihat saja apa benar," sambung dia.
Hal-hal merugikan PSSI yang dimaksud Habil antara lain Blanco mengadukan nasibnya ke FIFA. Habil akan berusaha membujuk Blanco agar mau bersabar.
"Itu bagian dari diplomasi kita demi kepentingan bangsa. Jangan sampai kasus Blanco menjadi perhatian publik internasional. Tentu akan menjadi stigma jelek bagi tim-tim yang akan datang ke Indonesia," katanya.
"Jangan sampai ada pelatih-pelatih yang melatih tim besar dan kita undang, mereka tidak mau hadir karena ada persoalan-persoalan ini," ujar Habil.
"Blanco tetap ingin menjadi pelatih timnas. Dia tidak mau dibohongi," tandasnya.
Saat ditanya soal tanggapan Menpora, Habil menyatakan bahwa Menpora kaget dengan hadirnya pelatih selain Blanco dan tetap mengakui Blanco sebagai pelatih timnas.
"Menpora mengakui bahwa Blanco masih pelatih tim nasional. Disuruh bersabar, tunggu sampai lawan Arab Saudi karena kontraknya masih dua tahun, sementara pelatih lain tidak ada kontraknya," ungkapnya.
(mfi/roz)











































