Janji operator dua kompetisi di Indonesia, Indonesian Super League (ISL) dan Indonesian Premier League (IPL), untuk menyelesaikan masalah penunggakan gaji pemainnya kembali diundur.
Hal tersebut disampaikan oleh ketua Plt BOPI (Badan Olahraga Profersional) Haryo Yuniarto, Kamis (4/4/2013). Ia mengatakan janji tersebut langsung disampaikan oleh CEO PT. Liga Indonesia Joko Driyono.
"Saya sudah bertemu dengan Pak Joko Driyono. Dia meminta waktu deadline pelunasan gaji diundur sampai pertengahan kompetisi Juni," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pastinya saya akan laporkan ke Pak Menteri Roy Suryo, apakah ketentuan Juni ini bagian kesepakatan atau tidak. Karena saya tidak ikut saat pertemuan antara PT. LI dan Menpora. Nantinya akan kami lihat."
Sementara operator IPL, PT. Liga Prima Indonesia Sportindo (LPIS) yang juga berjanji akan melunasi gaji pemain Maret lalu hingga kini belum ada jawaban.
"Saya sudah dua kali meminta. Tapi mereka sebenarnya sudah menyampaikan laporan. Tapi laporannya tidak menyertakan laporan keuangan," imbuh Haryo.
"Saya akan berkoordinasi dengan Menpora untuk tetap memonitor mereka. Karena masalah ini harus segera selesai," tuntas dia.
(ads/a2s)










































