"Saya akan panggil PSSI. Semua akan saya kumpulkan untuk duduk bersama membahas satu hal penting yaitu unifikasi liga hasil KLB 17 Maret. Karena banyak klub-klub yang merasa kecewa atas putusan itu," ujar Roy di Jakarta, Jumat (5/4/2013).
Keputusan KLB tersebut adalah, hanya empat klub papan atas Indonesian Premier League (IPL) yang berhak tampil di kompetisi tertinggi musim depan, dengan syarat tidak ada dualisme (pengelolaan) klub. Masalahnya, anggota Komite Eksekutif La Nyalla Mattalitti telah menyatakan bahwa Persebaya yang diakui adalah yang saat ini bermain di Divisi Utama PT. Liga Indonesia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi saya akan panggil PSSI minggu depan untuk meminta pertanggung jawaban mereka atas hasil KLB. Agar yg di kongres bertanggungjawab kepada hasilnya," lanjut dia.
Apakah dengan pemanggilan PSSI tersebut nantinya hasil KLB 17 Maret soal penyatuan liga akan berubah? Roy mengatakan hal itu masih akan dibicarakan.
"Pemerintah tidak mau merusak secara konstitusional. Saya orang yang taat azas. Kalau nanti hasil KLB itu, yang diputuskan voter dan dihadiri FIFA kok sekarang ada pihak-pihak menjadi terpinggirkan," sahutnya.
Sebelumnya, Persebaya yang saat ini bermain di IPL telah beberapa kali melayangkan surat pengaduan kepada Menpora Roy Suryo mengenai masalah tersebut, namun merasa tidak ditanggapi. Kabarnya akhir pekan ini seluruh Bonek akan menggelar aksi untuk mendukung klub kesayangannya itu.
(ads/a2s)










































