Pentolan Bonek Jadi Korban Pembacokan

Pentolan Bonek Jadi Korban Pembacokan

Amalia Dwi Septi - Sepakbola
Selasa, 16 Apr 2013 01:00 WIB
Surabaya -

Pentolan Bonek, Andie Peci, jadi korban penyerangan sekelompok orang tak dikenal. Dia mengalami luka bacok di tangannya dan kini tengah menjalani perawatan di rumah sakit.

Penyerangan terhadap Andie Peci terjadi sekitar pukul 21.00 waktu setempat. Ketika itu Andie sedang berkumpul bersama Bonek Bonarki Manukan di base camp mereka usai menggelar aksi dukungan pada Persebaya Surabaya 1927, Senin (15/4/2013) siang kemarin.

"Habis dari aksi, Cak Andi Peci mampir di Sekretariat Kasbi Surabaya. Tiba-tiba diserang sama 6-7 orang berbadan besar. Sementara lima lainnya menunggu di luar, jadi total ada sekitar 12 orang," ungkap Frey, salah satu anggota Bonek Bonarki yang berada di lokasi kejadian.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Diceritakan Frey, para penyerang datang menggunakan mobil seperti jenis Taft. Beberapa di antara penyerang itu membawa senajata tajam dan menarik Andie memaksanya untuk ikut mereka. Karena menolak, salah satu pelaku mengayunkan celuritnya. Dan saat mencoba menangkis, tangan Andie Peci akhirnya kena sabetan celurit.

Akibat penyerangan tersebut Andie Peci dilarikan ke Rumah Sakit Muji Rahayu dan harus mendapat 29 jahitan. Beberapa bagian tubuhnya juga terdapat lebam. Kejadian tersebut juga sudah dilaporkan ke Polda Jawa Timur, dengan didampingi wakil walikota Surabaya, Bambang Dwi Hartono.

Namun begitu, hingga kini belum bisa dipastikan siapa pelaku dan motif penyerangan tersebut. Pihak Bonek tak mau memunculkan praduga-praduga karena belum ada informasi kuat terkait hal tersebut. Soalnya, selain menjadi pentolan Bonek, Andi Peci juga dikenal sebagai aktivis buruh dan Sekretariat Kasbi berada di gedung yang sama dengan Sekretariat Buruh.

"Butuh investigasi lanjutan, karena korelasinya bisa ke soal buruh. Mungkin aja yang nyerang cari momen. Saat aksi bonek seperti sekarang, biar tak terendus. Bisa juga karena memang ada sangkut pautnya sama aksi damai bonek hari ini tadi," lanjut Frey.

Aksi yang dimaksud adalah dukungan pada Persebaya Surabaya 1927. Sejak sepekan terakhir Bonek memang aktif menggelar aksi dukungan sebagai buntut dari keputusan Kongres PSSI 17 Maret yang menyatakan kalau klub yang terlibat masalah dualisme tidak akan bisa berpartisipasi di kompetisi kasta tertinggi. Apalagi, PSSI kemudian menyatakan kalau Persebaya yang mereka akui adalah yang berkompetisi di Divisi Utama PT LI.

"Perlawanan thd mafia dan perusak sepakbola indonesia tetap berlanjut, luka ini tak berarti apapun, Dulur #SaveOurPERSEBAYA," tulis Andie Peci di akun Twitter miliknya @AndiePeci.

(ads/din)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads