Soal Persebaya, PSSI Usul Merger Pemain

Soal Persebaya, PSSI Usul Merger Pemain

Amalia Dwi Septi - Sepakbola
Selasa, 16 Apr 2013 16:31 WIB
Jakarta - Pintu Persebaya 1927 untuk unifikasi liga 2014 sudah tertutup. Namun PSSI memberikan solusi lain, yakni melakukan merger pemainnya ke Persebaya yang bermain di Divisi Utama ISL.

Hal tersebut disampaikan oleh Sekjen PSSI Hadiyandra, Selasa (16/4/2013), menanggapi surat dari Walikota Surabaya Tri Rismaharini.

"Walikota tidak punya hak. Saya yakin Ibu Walikota hanya menyampaikan aspirasi Bonek. Tapi sepertinya banyak yang salah paham dengan surat itu," ujar Hadiyandra.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Gejolak Persebaya 1927 semakin meruncing setelah Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI pada 17 Maret lalu memutuskan bahwa kompetisi musim depan diikuti 18 klub ISL dan empat klub IPL, tapi kemudian Persebaya yang diakui PSSI melalui La Nyalla Mattalitti adalah yang saat ini bermain di Divisi Utama PT. Liga Indonesia. Adapun Perse baya 1927 bermain di Indonesian Premier League.

Merasa keberatan atas putusan itu, bonek terus melakukan aksi untuk mendukung klub kesayangannya itu. Terakhir, sekitar 1.500 bonek menggelar aksi damai Senin (15/4) kemarin, meminta Walikota Tri Rismaharani untuk menyampaikan aspirasinya.

Pertemuan tersebut akhirnya menelurkan surat yang ditujukan kepada PSSI dan Menpora. Surat itu berisikan tentang dua poin utama, yakni permintaan untuk melarang Persebaya DU berlaga di Surabaya, serta meminta PSSI mengakui Persebaya IPL untuk berkompetisi di musim 2014.

Menurut Hadiyandra, usulan tersebut sangat tidak mungkin terealisasi. Sebab, putusan tersebut tidak dapat diubah. Akan tetapi, sambung dia ,solusi terbaik saat ini adalah menyatukan para pemain dengan melakukan merger di dua Persebaya itu.

"Keputusan itu sudah melalui kongres tidak mungkin bisa diubah. Solusi lain (dualisme Persebaya) adalah di tingkat pemain. Ini bukan untuk melakukan merger badan perusahaan ataupun membatalkan hasil kongres, tapi merger di kalangan pemain," tukasnya.



(ads/a2s)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads