Polisi Harus Usut Tuntas Pembacokan pada Korlap Bonek

Polisi Harus Usut Tuntas Pembacokan pada Korlap Bonek

- - Sepakbola
Kamis, 18 Apr 2013 12:43 WIB
Jakarta -

Insiden penyerangan fisik dengan senjata tajam kepada seorang korlap bonek, usai menggelar aksi demonstrasi terkait nasib Persebaya Surabaya, diminta diusut tuntas oleh pihak kepolisian.

"Kapolda Jatim perlu memerintahkan Kapolresta Surabaya agar serius, sungguh-sungguh, dan cepat dalam memproses kasus pengeroyokan dan pembacokan terhadap tokoh Bonek di Surabaya, Andie Peci, yang diduga dilakukan para preman. Jika Polresta tidak segera menuntaskan kasus ini dikhawatirkan para Bonek akan melakukan serangan balasan, baik kepada para preman maupun polisi," demikian pernyataan Indonesia Police Watch (IPW) dalam rilisnya kepada redaksi detiksport, Kamis (19/4/2013).

Andie Peci diserang dan dibacok sejumlah orang tak dikenal pada Senin (15/4) malam, setelah siangnya ia dan bonek melakukan aksi damai di kota Surabaya, terkait keputusan PSSI yang mencegah Persebaya mengikuti kompetisi di tahun 2014.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Persebaya 1927, yang saat ini bermain di Indonesian Premier League (IPL), tidak diakui oleh PSSI. Yang diakui oleh federasi adalah Persebaya yang musim ini bermain di Divisi Utama PT. Liga Indonesia.

"Polresta Surabaya juga harus mengungkap dalang pembacokan tersebut, apakah melibatkan elite PSSI atau tidak. Sebab kasus pembacokan ini bermula dari aksi protes dan kritik para bonek kepada elite PSSI. Untuk mengungkap dugaan keterlibatan elite PSSI ini, Polresta Surabaya dan Polda Jawa Timur harus segera menangkap para pelaku pengeroyokan dan memeriksanya dengan intensif, untuk kemudian membawa semua yang terlibat ke pengadilan. Sikap tegas polisi ini diperlukan agar dunia sepakbola Indonesia tidak dikotori aksi-aksi premanisme dan kritik dilawan dengan aksi brutal para preman," lanjut pernyataan IPW melalui ketua presidiumnya, Neta S. Pane.

Ditambahkan Neta, jika polisi tidak tegas menindaklanjuti kasus tersebut, dikhawatirkan ada reaksi tersendiri dari bonek, karena kelompok suporter ini dikenal memiliki solidaritas yang tinggi, dan bisa bertindak "nekat" – sebagaimana Bonek adalah akronim dari bondo (modal) nekat.

"Sikap-sikap ini harus diantisipasi polisi agar jangan sampai para bonek marah dan mengamuk serta menyerang kantor polisi yang dianggap tidak becus menangani kasus kriminal yg dialami pimpinan mereka."

Meski demikian IPW juga mengimbau supaya bonek bisa menahan diri. Jika ingin mempertanyakan proses penanganan kasus tersebut, sebaiknya mereka melakukannya dengan persuasif.

(a2s/din)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads