Di bawah malam dan cuaca dingin, plus hujan gerimis, para bintang Eropa dan lokal itu bertanding. Stadion Si Jalak Harupat memang tidak terisi penuh, tapi para penonton yang hadir seperti terpuaskan melihat bintang-bintang itu.
Pada seksi sebelah kiri tribun VIP Timur, terdapat para fans Liverpool yang tidak henti-hentinya bernyanyi. Mereka juga menyalakan flare dan kerap meneriakkan nama "Dudek!" sepanjang laga. Dukungan mereka terasa wajar, malam itu sebagian besar skuat EPL Master diisi oleh eks pemain Liverpool.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pertandingan itu berakhir 2-1. Michael Mols membawa EPL Master unggul lebih dulu, sebelum tendangan bebas Isnan Ali membuat skor kembali sama kuat. Eks bomber Liverpool, Robbie Fowler, kemudian memberikan kemenangan untuk timnya lewat penalti di penghujung laga.
"Saya pikir, ini adalah pertandingan yang bagus. Bisa memberikan pelajaran terutama soal visi permainan dan teknik," ucap Isnan setelah pertandingan.
Dia hadir didampingi oleh Robby Darwis pada konferensi pers itu. Sementara, Stephane Henchoz dan manajer Gavin O'Luanaigh menjadi wakil dari tim EPL Master.
Hanchoz, yang pernah berduet dengan Sami Hyypia di lini pertahanan Liverpool itu, punya beberapa komentar ketika ditanyai soal pembibitan pemain muda.
"Yang terpenting adalah menikmati permainan dulu. Biarkan mereka dibebaskan dulu pada usia muda," kata Henchoz.
"Nanti kalau sudah berusia 13-14 tahun, mungkin bisa dicoba untuk mulai menjajal masuk ke dalam tim-tim profesional."
(roz/din)











































