Menunggu Sanksi untuk Rumaropen

Menunggu Sanksi untuk Rumaropen

Amalia Dwi Septi - Sepakbola
Selasa, 23 Apr 2013 15:18 WIB
Menunggu Sanksi untuk Rumaropen
Jakarta -

Kasus pemukulan wasit oleh pemain Persiwa Wamena, Edison Pieter Romaropen, mendapatkan perhatian media internasional. Lantas, sanksi apa yang akan dijatuhkan komisi disiplin PSSI untuk Rumaropen?

Satu insiden terjadi di menit ke-82 saat Pelita Bandung Raya menjamu Persiwa dalam lanjutan kompetsis Indonesia Super League (ISL).

Kala kedudukan masih sama kuat 1-1, wasit yang memimpin pertandingan, Muhaimin, menujuk titik putih setelah Nova Arianto dijatuhkan di kotak penalti.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sontak keputusan itu mendapatkan protes keras dari para penggawa tim 'Badai Pengunungan'. Begitu jelas dalam sebuah rekaman bahwa Rumaropen memukul Muhaimin dengan tangan kirinya hingga wasit itu tak mampu melanjutkan tugasnya.

Peristiwa yang terjadi di Stadion Siliwangi, Minggu (21/4/2013) akhir pekan lalu itu, tampaknya mendapat perhatian dari media-media internasional.



Beberapa media asing seperti Reuters, Eurosports, dan The Telegraph turut mewartakan kasus pemukulan Rumaropen itu. Bahkan, akun parodi sepakbola di situs jejaring sosial Twitter, @footy_jokes, juga tak mau ketinggalan.

Terkait kasus itu, ketua komdis PSSI, Hinca Panjaitan, menerangkan bahwa pihaknya saat ini tengah melakukan penyelidikan dan akan segera menggelar sidang.

"Besok kami akan sidang komdis. Kami akan pelajari kasusnya. Yang pertama kami akan melihat video pertandingan dan kejadian itu," ujar Hinca melalui pesan singkat, Selasa (23/4/2013).

"Kami akan lihat rekaman video dulu. Nanti baru akan kami putuskan sanksi apa yang pantas untuk dia. Tapi yang jelas komdis harus menegakkan hukum yang berlaku, jangan kuatir," imbuhnya.

Sebelum kasus Romaropen, juga terjadi insiden yang hampir sama di ISL. Pelakunya adalah asisten pelatih Persiram Raja Ampat, Yopi Rayar, yang memukul wasit saat Persiram berduel dengan Persipura 18 Februari lalu.

Komdis PSSI memberikan sanksi kepada Yopi Rayar berupa hukuman larangan aktif di sepakbola selama satu tahun dengan masa percobaan enam bulan, ditambah denda Rp 100 juta.

(ads/cas)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads