Manajer Persebaya 1927, Saleh Hanifah, menegaskan bahwa timnya masih ada dan pembubaran tim hanya isu. Ia juga mengatakan bahwa Persebaya adalah organisasi yang tidak bisa begitu saja dibubarkan.
"Tidak bisa dibubarkan begitu saja. Ini sebuah organisasi," katanya saat dihubungi detikSport, Jumat (24/5/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami sedang kesulitan finansial. Kami berharap pengertian para pemain. Jika dibandingkan tim lain yang sampai nunggak 3-4 bulan, kami hanya terlambat membayar sisa gaji setengah bulan saja," ujarnya.
Pria yang berprofesi sebagai pengusaha toko olahraga ini mengaku heran dengan kondisi tim yang dibuat oleh para pemain yang terus menggoda manajemen.
"Kami juga terus berupaya, beriktikad baik dengan mencari dana untuk gaji bulan ini maupun berupaya melunasi sisa gaji yang setengah bulan belum terbayar. Ada apa ini, saya sendiri tidak mengerti," imbuh Saleh.
Saleh menduga keresahan para pemain Persebaya 1927 juga disebabkan oleh belum terealisasinya pembaruan kontrak. Hal ini muncul setelah mundurnya Chief Executive Officer Gede Widiade yang bertanggung jawab atas kontrak pemain.
"Kini diambil alih oleh Pak Dityo (Dityo Pramono). Tapi beliau sering sakit sehingga masalah kontrak menjadi terhambat dan sekarang pengurus sedang mencari pengganti Pak Dityo agar masalah kontrak segera teratasi," tandasnya.
(ze/mfi)











































