Sekitar 250 suporter Deltras Sidoarjo atau Deltamania menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor PSSI Mereka menuntut federasi menegakkan keadilan terkait dugaan match-fixing yang merugikan klubnya.
"Kami datang ke sini untuk menemui Pak Joko Driyono (CEO PT.Liga Indonesia) atau Pak Djohar Arifin (ketua umum PSSI) demi menuntut keadilan soal adanya indikasi pengaturan skor," ujar Koordinator Lapangan (Korlap) Deltamania, Agustin Agus Setiabudi, Jumat (21/6/2013).
Isu match-fixing yang dimaksud adalah pertandingan terakhir penyisihan grup III Divisi Utama PT Liga Indonesia Selasa (11/6) pekan lalu, ketika Perseta Tulunganggung mengalahkan tuan rumah Perseba Super Bangkalan dengan skor 3-2.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Beberapa kontroversi dalam pertandingan tersebut adalah, wasit dua kali memberi hadiah penalti kepada Perseta, termasuk yang melahirkan gol terakhir di menit 88, serta mengesahkan sebuah gol yang berbau offside.
Sebelumnya, tidak pernah Perseba dihukum penalti saat menggelar pertandingan kandang. Bahkan tim berjulukan "Laskar Suramadu" itu yang pernah mendapatkan penalti sebanyak lima kali dari enam laga kandang terakhirnya di Stadion Gelora Bangkalan.
Pertandingan itu juga baru kickoff 10 menit lebih lama dari yang dijadwalkan. Di hari yang sama, digelar partai Deltras kontra Persid Jember, serta Persebaya vs PSBK Blitar. Ketika itu Deltras dan PSBK masih berpeluang lolos ke babak 12 besar.
Deltamania meminta PSSI untuk menyelidiki kasus ini. Mereka juga mengaku memegang beberapa bukti terkait dugaan tersebut.
"Kami punya rekaman pertandingan itu dan pemberitaan sejumlah media yang memberitakan bahwa Perseba melakukan sepakbola aneh," tambah Agus, korlap Deltamania tersebut.
"Kami di sini, ketemu atau tidak, yang penting kami menyampaikan aspirasi kami. Tetapi kami akan terus memantau. Sebab ini demi sepakbola Indonesia yang lebih baik. Jangan sampai ada mafia di sepakbola Indonesia," tutupnya.
Sementara itu, pejabat PSSI tidak tampak di kantor. Bahkan pintu masuk kantor ditutup rapat sejak pagi.
Kemarin, Komisi Disiplin PSSI Hinca Panjaitan mengaku telah menerima laporan pihak Deltras mengenai dugaan match-fixing tersebut.
"Kami sudah mendapatkan laporan dari Deltas. Makanya kami perlu bukti dan kronologis yang jelas. Untuk itu, kami akan memanggil mereka pekan depan," ujar Hinca.
"Kalau ada rekaman, semua bukti yang mendukung keberatan mereka, kami siap terima untuk diselidiki lebih lanjut," tambahnya.
(ads/a2s)











































