Sejak Kongres Luar Biasa (KLB) 17 Maret lalu, masa depan kompetisi IPL menjadi tidak jelas. Sebab, dalam kongres tersebut diputuskan bahwa penyatuan liga musim depan diikuti 18 klub ISL dan empat klub IPL. Bahkan PSSI bersepakat bahwa operator liga musim depan berada di bawah kendali PT Liga Indonesia.
Setelah putusan tersebut, beberapa masalah kompetisi IPL bermunculan, seperti jadwal pertandingan yang kerap berubah lantaran klub-klub kehilangan "motivasi", serta persoalan gaji perangkat pertandingan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Soal tunggakan wasit, harusnya PSSI juga ikut membantu. Mereka harus bertanggung jawab. Ketua umum PSSI Djohar Arifin juga tidak bisa lari dari tanggung jawab. Dulu dia yang menunjuk kami."
Ia menambahkan, pihaknya juga sedikit menyayangkan sikap Komisi Disiplin PSSI yang terkesan cuek. Meski telah mencoba melaporkan kepada Komdis terkait masalah itu, namun hingga kini belum ditanggapi.
"Kami berapa kali mencoba melaporkan kepada Komdis, soal banyak hal masalah kami. Tapi mereka sama sekali tidak menanggapi," tukas Abi.
(ads/a2s)










































