Menpora: PSSI Seharusnya Hukum Klub, Bukan Pemain

- Sepakbola
Kamis, 04 Jul 2013 19:16 WIB
Jakarta - Menpora Roy Suryo mempertanyakan sikap PSSI yang malahan mengancam akan menghukum para pemain PSMS Medan yang berbulan-bulan gajinya tidak dibayar. Yang harus dihukum semestinya klub.

Hal itu dikatakan Roy terkait pernyataan Ketua Komisi Disiplin PSSI Hinca Panjaitan yang akan memanggil 11 pemain PSMS, yang beberapa waktu lalu sempat mengadu ke PSSI dan berunjuk rasa di depan kantor induk sepakbola tanah air itu.

Mereka melakukan itu karena 10 bulan gajinya tak kunjung dibayarkan klub. Selama di Jakarta selama lebih dari 10 hari, mereka pun terlunta-lunta, sempat tidur di masjid dan di sekitar Monas.

"Soal hukuman Komdis ke pemain PSMS itu sebaiknya ditangguhkan. Lebih baik PSSI menerapkan azas kekeluargaan dan saling bantu sebaiknya yang dikedepankan," ujar Roy saat dihubungi wartawan, Kamis (4/7/2013).

"Saya sarankan kepada PSSI, seharusnya PSSI membina klub. Memberikan sanksi kepada klubnya itu. Karena klub tidak menjalankan kewajibannya. Gaji pemain itu harus dibayar," cetus dia.

Hinca mengancam akan menghukum para pemain tersebut karena dinilai tidak tepat dalam menyampaikan tuntutannya. Mereka semestinya menyelesaikan tersebut bersama klub.

"Itu adalah tindakan melenceng jauh. Karena itu tidak dalam kategori jalan yang disediakan sepakbola. Pemain tidak boleh mengotori kolomnya sendiri. Menyebarkan informasi buruk. Kami di sini masuk dalam wilayah-wilayah perilaku buruk pemain. Yang mengambil cara di luar mekanisme olahraga," tukas Hinca kemarin.

Atas alasan itu Menpora sulit menerimanya. Apalagi aksi para pemain itu dilakukan dengan damai.

"Kalau demo diberi sanksi. PSSI sudah meloncat jauh. Secara keolahragaan adalah tidak benar. Kalau mereka merusak, bertindak anarkis dan menganggu ya bisa langsung ke ranah polisi. Tapi ini tidak. Pemain-pemain PSMS adalah pemain yang bisa diajak bicara," tukas Roy.

"Komdis lebih baik melihat kenapa mereka melakukan itu. Komdis juga harusnya melihat azas kekeluargaan. Jangan sampai malah menghukum ke pemain. Karena mereka pihak yang dirugikan, kenapa malah mereka disanksi?

"Artinya, kalau mereka melakukan demo dibilang salah. Ya dilihat dulu kenapa dia berdemo ke PSSI. Artinya 'kan, mereka meminta bantuan ke PSSI. PSSI yang harusnya punya tanggung jawab. Beri tekanan ke klub kenapa gaji pemainnya belum dibayar.

"Secara manusiawi harusnya PSSI membina klub itu, memberikan hukuman ke klub bukan ke pemain. Masih banyak cara yang lebih baik," imbuh Menpora.

Roy pun menghimbau kepada PSSI untuk bertindak tegas kepada klub-klub yang memang tidak mampu membayar gaji pemain. Yang tak sanggup bayar, jangan lagi diikutkan kompetisi.

"Memang kejadian ini sudah lama berlarut-larut. Saya sudah sering tekankan kepada Pak Djohar Arifin (ketua umum PSSI—Red) untuk bertindak tegas. Itu saran saya kepada Beliau.

"Untuk masalah PSMS ini, saya harap PSSI memberikan hukuman kepada manajemen PSMS. Lalu, PSMS diwajibkan menyelesaikan kewajibannya. Tapi kalau tidak bisa, beri sanksi kepada klubnya!"




(ads/a2s)