Seusai pertandingan Indonesia melawan India hari Selasa (13/8) kemarin, wasit Harry Milas dari Australia menghampiri Ujang dan memberinya sebuah peluit berwarna merah. Rupanya si wasit terpikat dengan sikap Ujang sepanjang laga yang dimenangi Indonesia dengan skor 9-2 itu.
"Kamu selalu tersenyum dalam pertandingan. Setiap menahan bola juga selalu berteriak dan itu memberikan semangat lebih pada nilai-nilai sportivitas dalam pertandingan," ujar Milas kepada Ujang, seperti dilaporkan Rumah Cemara kepada redaksi detiksport.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bukti lain, pemain-pemain tim Skotlandia selalu berteriak dan bertepuk tangan setiap kali Ujang membuat penyelamatan. Skotlandia adalah lawan pertama Indonesia di babak grup, yang dikalahkan dengan skor 4-6.
"Tidak nyangka bisa seperti ini," ucap Ujang tentang penghargaan yang diterimanya itu.
Ciri khas lain dari pemuda 24 tahun yang belum punya pekerjaan itu adalah celana sobek yang selalu ia kenakan saat bertanding. Saat ditanya, apakah tidak ada celana lain, sehingga itu-itu saja yang dipakai, Ujang memiliki alasan khusus.
"Ini celana yang bawain bapak saya. Makanya saya pakai terus, sekalian buat mengingat keluarga di sana. Mudah-mudahan berkah," cetusnya.
Pada HWC tahun lalu di Mexico City, seorang pemain Indonesia juga memperoleh hadiah serupa lantaran perilaku simpatiknya. Kala itu kiper Suherman mendapatkan peluit berwarna emas yang langka, karena di dunia hanya diproduksi 18 biji. Dan yang menghadiahkannya itu wasit yang sama, Harry Milas. [Baca di sini].
(a2s/fem)










































