sepakbola
Danone Nations Cup

Lawan Tim Eropa, Siapa Takut?

Terpopuler Jadwal Pertandingan Klasemen Liga Hasil Pertandingan Man of The Match Gila Bola Foto Video
Danone Nations Cup

Lawan Tim Eropa, Siapa Takut?


Andi Abdullah Sururi - detikSepakbola

detiksport/a2s
detiksport/a2s
London -

Salah satu hal positif yang ditunjukkan anak-anak Indonesia yang sedang berkompetisi di final dunia Danone Nations Cup 2013 adalah mental yang tak takut menghadapi tim manapun.

Belgia, Republik Irlandia, dan Jerman adalah negara-negara Eropa yang memiliki reputasi bagus di kancah sepakbola -- apalagi yang terakhir disebutkan. Ketiga negara itu yang menjadi lawan pertama tim Indonesia di Grup H turnamen DNC 2013 yang sedang berlangsung di London, Inggris.

Yang terjadi kemudian di lapangan, tim "Garuda Muda" berhasil menaklukkan Belgia 4-0, lalu menundukkan Irlandia 2-0. Hanya ketika menghadapi Jerman mereka tak meraih poin, kalah 0-1.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Setelah semua pertandingan grup selesai, Indonesia keluar sebagai tim terbaik di grup tersebut. Jerman bahkan tidak lolos ke babak berikutnya. Mendampingi Indonesia lolos ke babak 16 besar adalah Irlandia, sedangkan Belgia jadi juru kunci.

"Indonesia. Your team is very good. Really," ucap seorang staf tim Irlandia kepada detiksport, setelah Indonesia memastikan diri lolos ke babak perempatfinal, usai mengalahkan Arab Saudi lewat adu penalti, Jumat (6/9/2013).

Kebetulan, Irlandia pun masih "seiring sejalan" dengan Indonesia. Mereka juga masuk ke babak delapan besar setelah mengalahkan Spanyol, juga melalui tos-tosan.

"Ini sekali lagi membuktikan bahwa anak-anak kita tidak kalah kok dengan negara-negara lain, termasuk Eropa. Postur tubuh memang sebuah faktor, tapi bukan pula jaminan," ucap Heri, asisten pelatih tim Indonesia di DNC 2013.

"Dan saya melihat anak-anak kita punya kepercayaan diri yang sangat bagus di sini. Dari kacamata saya, mereka tidak terlihat minder, tidak takut menghadapi tim-tim Eropa itu. Dan buktinya kita bisa menang," sambungnya.

Dari pengamatan detiksport, Saddam Baihaki dkk. memang terlihat pede. Dalam berbagai kesempatan mereka terlihat rileks membaur dengan teman-teman sebayanya dari berbagai negara. Mereka saling bertegur sapa, bergurau, dan ketawa-ketiwi, tentu saja dengan cara mereka sendiri dalam berkomunikasi, karena kendala bahasa.

Dalam sebuah sesi bersama, anak-anak Indonesia beradu joget dengan Afrika Selatan. Anak-anak Afrika dengan tarian khasnya, bocah-bocah Indonesia dengan goyang dangdut-nya. Dan semua terlihat gembira, selalu bersalaman setiap bertemu maupun berpisah.

"Nervous? Tidak, tidak. Saya cukup surprise karena anak-anak justru over-excited, bukan nervous," tutur pelatih Timo Scheunemann seusai tim didikannya melalui laga pertamanya dengan gemilang: menang 4-0 atas Belgia

Cerita lain yang menggambarkan kepercayaan diri anak-anak Indonesia adalah ketika akan melakoni adu penalti melawan Arab Saudi di babak 16 besar. Sewaktu pelatih bertanya, "siapa yang berani ambil penalti?", beberapa anak dengan cekatan mengacungkan jarinya. Dan mereka berhasil memenangi drama tersebut.

"Tidak tegang sih. Biasa saja.' Kan kita semua sudah latihan," ucap Yusuf Randy, kiper yang di laga itu berhasil menggagalkan dua dari tiga eksekusi penalti lawan.

"Ngapain takut, Om? Mereka sama kayak kita kok. Tim kita bagus, kita bisa mengalahkan mereka," timpal Beckham Putra Nugraha, yang sudah mengemas tiga gol dari empat pertandingan.

Well done, boys!




(a2s/krs)











Hide Ads