Match Analysis: Persib 3-3 Central Coast Mariners

Piala Menpora

Match Analysis: Persib 3-3 Central Coast Mariners

Pandit Football Indonesia - Sepakbola
Rabu, 25 Sep 2013 14:43 WIB
Match Analysis: Persib 3-3 Central Coast Mariners
garudasoccer.com
Jakarta - Sebelum datang ke Indonesia. Pelatih Central Coast Mariners, Graham Arnolds, sempat mengatakan bahwa ia ingin mencicipi atmosfer sepakbola di Kota Bandung. Tiga pertandingan kemudian, Mariners tidak hanya akan disuguhi riuhnya atmosfer Bandung, namun juga Malang. Sebabnya, tim yang diasuhnya sukses memastikan satu poin tambahan saat bertemu dengan tuan rumah Persib Bandung, dan memastikan diri menjadi juara Grup A Piala Menpora.

Dalam pertandingan yang berjalan menarik ini, Selasa (24/9), baik Mariners dan Persib sama-sama berbagi tiga gol. Hingga menit ke-89, Mariners sempat unggul 3-2, dan tampaknya akan keluar sebagai pemenang. Namun, melalui kemelut yang tercipta di depan kotak penalti Justin Pasfield, Hilton Moreira sempat menyontek bola dan menciptakan gol penyeimbang. Sayangnya bagi Persib gol ini datang terlambat. Dua menit kemudian wasit telah membunyikan peluit tanda berakhirnya pertandingan.

Kembali ke Starting Line-Up Awal

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di kubu Persib, pelatih Jajang Nurjaman relatif tidak mengganti susunan pemain dari yang biasa ia pasang sebagai starting line-up di ISL. Bahkan striker Serginho van Dijk, yang baru saja pulang ke Bandung, pun diturunkan untuk menghadapi sahabatnya semasa di Adelaide United, Marco Flores. Hanya saja, punggawa di sisi kanan, M. Ridwan dan Supardi, tidak bermain karena kelelahan.

Sementara itu, Mariners kembali memasang pemain yang bermain di laga pertama. Pemain yang bermain cemerlang di laga kedua melawan Malaysia U-23 seperti Morton, McGlinchey, Seip, dan Caceres lebih dipilih untuk dicadangkan.

Kemungkinan besar padatnya jadwal pertandingan babak grup, yang hanya selang satu hari, jadi alasannya. Apalagi Piala Menpora ini jadi ajang pramusim buat Mariners. Memaksakan pemain yang belum benar-benar "panas" fisiknya tentu bisa berbuah blunder berupa cedera. Karena itu, rotasi pemain jadi hal yang penting untuk dilakukan.

Kenji dan Messi Kunci Serangan Persib

Meski menurunkan Van Dijk sebagai pemain inti, acap kali Kenji Adachihara yang memimpin serangan, dengan Van Dijk yang turun ke bawah untuk membantu lini tengah. Tampaknya Jajang ingin memanfaatkan Mbida Messi, yang memang pandai membaca permainan, untuk mengirimkan umpan terobosan atau umpan lambung yang akan dikejar Kenji. Terbukti hingga menit ke-10 saja sudah ada 3 umpan lambung yang mengarah ke kotak penalti untuk dikejar Kenji.

Strategi ini memang pas untuk dilakukan menghadapi Mariners yang memiliki garis pertahanan yang tinggi. Terbukti salah satu umpan terobosan untuk Kenji ini sempat menjadi peluang emas, dengan Kenji yang berhadap-hadapan langsung dengan kiper Mariners. Namun usahanya untuk men-chip bola berhasil digagalkan.


Dari grafik di atas juga terlihat bagaimana serangan Persib bertumpu pada umpan lambung dari sisi kanan yaitu dari Messi, serta umpan silang dari Hilton Moreira. Ini dikarenakan Atep yang bermain di sayap kiri lebih sering bermain di area tengah, sehingga area kiri dibiarkan kosong.

Sementara itu area yang diberi kotak merah adalah area bermain Kenji. Terlihat ia sering dijadikan tujuan umpan baik oleh Van Dijk, Hilton, atau Mbida Messi.

Absennya Ridwan dan Supardi sendiri mampu diatasi dengan kehadiran Hilton dan Messi (yang memang sering beroperasi di sisi kanan). Hilton menggantung di area sepertiga lapangan akhir, sementara Messi bermain lebih dalam. Kehadiran dua pemain tersebut membuat bek kanan Persib tak mesti terlampau sering naik untuk membantu serangan. Ia cukup menjaga areanya dari Josh Rose yang sering memotong ke dalam kotak penalti.

Memanfaatkan Marco Flores dan Fitzgerald

Setelah sempat menjadi ujung tombak di 15 menit akhir pertandingan saat melawan Malaysia U-23, Mitchell Duke kembali menempati posisinya sebagai penyerang kanan dalam skema 4-2-3-1. Jika sebelumnya ia menjadi deputi untuk Matthew Simon, kini Graham Arnold lebih memilih Marco Flores sebagai pemain inti.

Kepercayaan ini pun tak disia-siakan oleh Flores dengan mencetak dua gol. Bahkan, tak berlebihan jika dikatakan energi dan lari yang dilakukan oleh Flores pun jadi sentral dalam skema penyerangan Mariners.

Yang menarik dari penampilan Flores adalah kerja samanya dengan gelandang tengah Nick Fitzgerald. Sebagaimana yang terjadi di matchday kedua, Fitzgerald kerap naik menusuk ke kotak penalti untuk melakukan attempt. Gerak ini dilengkapi oleh Flores yang turun ke bawah untuk menarik bek Persib, seolah memerankan peran false-nine. Bahkan tak jarang pula Flores turun menjemput bola, sementara Fitzgerald menunggu di kotak penalti.

Dengan turun ke bawah untuk memanfaatkan garis pertahanan Persib yang rendah, Flores pun memiliki ruang dan waktu yang cukup untuk melancarkan tendangan kerasnya. Ini pun terlihat dari grafik attempt di bawah. Dua gol yang disarangkan oleh Flores terjadi di luar kotak penalti.

Di babak pertama, pergerakan Flores dan Fitzgerald yang ditopang oleh umpan silang dari Mitchell Duke, jadi sumber utama serangan Mariners untuk mengoyak-ngoyak pertahanan Persib.


Kalah di Lini Tengah

Dari grafik attempt di atas juga terlihat bagaimana Persib mengandalkan tendangan dari luar kotak penalti sebagai percobaannya, sementara Mariners bisa menembus lini pertahanan Persib. Ini terjadi karena pertarungan di lini tengah yang dimenangkan oleh Mariners. Hariono bermain di bawah performa terbaiknya dan berkali-kali dilewati oleh Trent Sainsbury atau Mile Sterjovski, sementara Messi memang tak memiliki kecepatan untuk menandingi lini tengah Mariners. Ini juga terlihat dari grafik defense kedua tim di bawah.



Terlihat dari kedua grafik di atas bahwa lini pertahanan Persib memang tertahan di area kotak penalti, sementara Mariners dengan garis pertahanan yang tinggi akan mengintersepsi dan merebut bola di depan kotak penalti.

Hal ini sedikit berubah di babak kedua, dengan Mariners yang meningkatkan pressing-nya di area pertahanan Persib. Terlihat bahwa Mariners secara aktif berusaha merebut bola dari kaki bek Persib, dan dengan cepat melakukan transisi.

Pergantian Pemain Persib yang Tidak Membuahkan Hasil

Meski kalah di lini pertahanan, Jajang Nurjaman sendiri melakukan pergantian yang tidak efektif. Dua kali ia memanfaatkan kesempatan substitusi dengan mengganti bek dengan bek lagi, dan Van Dijk dengan Sigit Hermawan. Barulah saat Atep digantikan oleh Firman Utina, Persib mulai menguasai lapangan tengah.

Hal ini juga terlihat dari persentase penguasaan bola. Hingga menit ke-60, possession Central Coast Mariners berada di angka 59% dan Persib 41%. Namun semenjak Firman masuk, penguasaan bola Persib naik hingga ke angka 48%.

Pergantian tersebut berbeda dengan yang dilakukan oleh Central Coast Mariners. Sejak menit ke-73, Graham Arnold menarik Mitchell Duke dan menggantinya dengan pemain tengah Michael McGlinchey, dan bek kanan Storm Rpux digantikan dengan bek tengah Hayden Morton. Terlihat bahwa Graham ingin mempertahankan keunggulan, dan tidak berniat untuk menggempur Persib lagi.

Final yang Sepi?

Salah satu hal yang disesalkan dari lolosnya Central Coast Mariners ke final adalah berita dipanggil pulangnya 8 pemain dan pelatih Graham Arnold ke Australia. Soalnya, pada hari yang sama dengan final, Mariners akan menghadapi klub Australia lainnya Newcastle Jets dalam rangka pramusim. Yang tersisa di Indonesia dan akan berangkat ke Malang adalah skuat muda dan asisten pelatih Phill Moss.

Satu hal yang kita harapkan adalah skuat yang tersisa ini masih memiliki tenaga dan kreativitas yang cukup untuk menghadapi juara Grup B, dan menyajikan final yang menarik. Semoga!


====

* Akun twitter penulis: @panditfootball

(a2s/krs)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads