Akan berhadapan dengan Turki, pria yang akrab disapa Coach RD itu meminta pasukannya lebih berani melakukan tekanan terhadap lawan.
Pada laga yang dihelat di Stadion Gelora Sriwijaya, Rabu (25/9/2013) malam WIB, Indonesia sempat tertinggal lebih dulu lewat gol tendangan bebas Ashraf Waghra di menit ke-16.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
RD mengatakan terkait pertandingan semalam timnya itu belum bisa bermain tenang dibandingkan di babak kedua. Maka dari itu, dia akan segera melakukan evaluasi.
"Saya akan melakukan evaluasi banyak terkait pertandingan tadi malam. Terlihat kami tidak bisa bermain tenang padahal di babak pertama bisa. Tapi di babak kedua kurang efektif," ujar Coach RD saat ditemui di hotel Swarna Dwipa, Palembang, Sumatera Selatan, Kamis (27/9/2013) siang.
Timnas Indonesia tidak berlama-lama beristirahat karena besok (28/9) akan menghadapi Turki di babak semifinal. Melihat lawannya lebih kuat, dia menyebut timnya harus bisa bermain lebih menekan.
"Lawan Turki tentunya akan sangat tidak mudah. Dengan kualitas tim dan individu yang lebih baik dibandingkan Palestina. Maka itu, harus ada sesuatu yang kami ubah," tuturnya.
"Saya sudah katakan kepada anak-anak bahwa lawan siapapun, semua harus bermain dengan motivasi kemenangan.
"Intinya memang besok ada kombinasikan komposisi tim yang pertama dan kedua. Tentunya saya akan meminta tim ini harus ada penekanan-penekanan terhadap beberapa zona dan mereka harus berani melakukan pressing-pressing terhadap lawan."
RD juga berharap timnya bisa lebih mengatur permainan agar tidak terjadi banyak pelanggaran yang bisa merugikan tim.
"Saya sudah ingatkan jauh-jauh hari. Untuk tidak melakukan pelanggaran. Karena gol kemarin semua dari pelanggaran. Mereka membuat pelanggaran di sepertiga pertahanan. Semoga tidak terjadi di laga besok," simpul pelatih asal Arema itu.
(ads/a2s)











































