RD Akui Maroko Lebih Dominan dan Lebih Matang

RD Akui Maroko Lebih Dominan dan Lebih Matang

Amalia Dwi Septi - Sepakbola
Senin, 30 Sep 2013 00:33 WIB
Palembang - Timnas U-23 harus rela menjadi runner-up di Islamic Solidarity Games (ISG) 2013 setelah dikalahkan oleh Maroko U-20. Mengakui sempat terapkan pola permainan bertahan, pelatih Rahmad Darmawan menyebut lawan lebih kuat.

Pada pertandingan final di Stadion Gelora Sriwijaya, Minggu (29/9) Indonesia kalah 1-2 dari Maroko, kendati sempat unggul lewat tendangan penalti Alfin Tuasalamony pada menit ke-9.

Namun di babak ke dua, Maroko tampil lebih menekan dan sukses melesakkan gol ke gawang Indonesia lewat El Hassouni Aymane dan El Karti Walid.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Inilah secara umum hasil pertandingan yang berlangsung cukup baik. Maroko dapat mendominasinya. Tapi, saya coba melakukan strategi yang pas. Tapi inilah yang baru bisa kami lakukan," sahut RD kepada wartawan usai pertandingan.

"Ada satu gol yang kami harapkan. Tapi akhirnya kami terburu-buru melepas bola, juga pada saat melepas bola di depan. Babak kedua kami bermain rileks dibandingkan babak pertama. Mereka bermain tidak lepas. Tapi, Maroko efisien dan lebih mendominasi. Sehingga anak-anak memang sedikit drop."

RD mengakui dirinya sempat sengaja menerapkan bermain bertahan setelah Indonesia unggul. Namun RD menilai Maroko permainanya lebih matang.

"Tim ini memang sedang membangun membentuk permainan. Tadi saya akui saya terapkan ultra defense. Tapi Inilah yang saya bisa lakukan dengan kondisi ini. Babak pertama lawan sedang mencari bentuk permainan. Tapi lawan lebih matang," kata RD.

(roz/roz)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads