Pada pertandingan final di Stadion Gelora Sriwijaya, Minggu (29/9) Indonesia kalah 1-2 dari Maroko, kendati sempat unggul lewat tendangan penalti Alfin Tuasalamony pada menit ke-9.
Namun di babak ke dua, Maroko tampil lebih menekan dan sukses melesakkan gol ke gawang Indonesia lewat El Hassouni Aymane dan El Karti Walid.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ada satu gol yang kami harapkan. Tapi akhirnya kami terburu-buru melepas bola, juga pada saat melepas bola di depan. Babak kedua kami bermain rileks dibandingkan babak pertama. Mereka bermain tidak lepas. Tapi, Maroko efisien dan lebih mendominasi. Sehingga anak-anak memang sedikit drop."
RD mengakui dirinya sempat sengaja menerapkan bermain bertahan setelah Indonesia unggul. Namun RD menilai Maroko permainanya lebih matang.
"Tim ini memang sedang membangun membentuk permainan. Tadi saya akui saya terapkan ultra defense. Tapi Inilah yang saya bisa lakukan dengan kondisi ini. Babak pertama lawan sedang mencari bentuk permainan. Tapi lawan lebih matang," kata RD.
(roz/roz)










































